Kamis, 30 September 2010

'Chicharito' Antar United ke Puncak

Kamis,30 September 2010 - 04:08'
Gol tunggal Javier ‘Chicharito’ Hernandez ke gawang Valencia, Kamis (30/9/2010) dini hari, mengantarkan Setan Merah ke puncak klasemen sementara Grup C Liga Champions.
bola.okezone.com

Chicharito Beri MU Tiga Poin Pertama  

Valencia vs MU Dimas Ramadani
30/09/2010 03:34
Kegembiraan Javier "Chicharito" Hernandez seusai mencetak gol tunggal kemenangan Manchester United atas Valencia pada laga Liga Champions, 29 September 2010. AFP PHOTO/JOSE JORDAN
Javier "Chicharito" Hernandez (© AFP 2010)


Liputan6.com, Valencia: Masuk sebagai pemain cadangan, Javier “Chicarito” Hernandez membawa Manchester United memetik kemenangan 1-0 dari Valencia di Estadio Mestalla, Rabu (29/9) malam waktu setempat. Inilah kemenangan pertama MU di Liga Champions musim ini dan membuat mereka memimpin Grup C dengan torehan empat poin, sama dengan Rangers.

Valencia dan MU sama-sama bermain terlalu hati-hati di awal pertandingan. Los Che lebih banyak mengusai bola. Satu tembakan keras jarak jauh dari Pablo Hernandez masih melayang di atas mistar. Sedangkan sundulan Roberto Soldado arahnya melambung. Sementara di kubu MU, Dimitar Berbatov seperti terisolasi di lini depan.

Tempo permainan lebih cepat di babak kedua. MU akhirnya bisa memberi ancaman di gawang Valencia ketika terobosan Dimitar Berbatov mampu menembus pertahanan lawan pada menit ke-56. Sayang sepakan Berbatov bisa diselamatkan kiper Cesar Sanchez. Valencia juga memiliki peluang saat Pablo Hernandez lepas dari penjagaan di sisi kanan pertahanan MU yang mampu diantisipasi Nani yang ikut membantu pertahanan.

Pelatih Valencia Unai Emery melakukan perubahan dengan memasukkan Aritz Aduriz dan Manuel Fernandes. Fernandes tidak berselang lama mengancam dengan tendangan jarak jauh yang bisa ditepis Edwin van der Sar. Giliran perubahan yang dilakukan Ferguson berbuah manis.

Hernandez yang masuk menggantikan Anderson membuat The Red Devils unggul lewat sepakan medatar kaki kiri setelah menerima umpan dari Federico Macheda pada menit ke-85. Yang menarik Macheda hanya membutuhkan dua kali sentuhan sebelum memberikan assist. MU memimpin 1-0.

Hernandez sepertinya menjadi senjata pamungkas Ferguson yang memilih tidak memainkan Wayne Rooney dan menyimpan Michael Owen di bench. Semenit sebelumnya Hernandez sejatinya sudah menebar ancaman ketika cocorannya menerpa tiang gawang.

Dengan hasil ini persaingan di Grup C sengit di antara tiga tim. MU dan Rangers yang di pertandingan bersamaan menekuk Busaspor 1-0, sama-sama memperoleh empat poin. Sedangkan Valencia berada di urutan tiga dengan perolehan poin tiga. Sementara itu, satu-satunya gol Rangers disumbangkan Steven Naismith pada menit ke-18.

Susunan pemain:
Valencia: Cesar; Miguel, Navarro, Maduro, Mathieu; Pablo, Albelda (Topal 86), Tino Costa (Manuel Fernandes 75), Mata; Chori Dominguez (Aduriz 59), Soldado.
Subs: Moya, Bruno, Topal, Aduriz, Feghouli, Fernandes, Ricardo Costa.
Man Utd: Van der Sar; Rafael (O’Shea 90), Ferdinand, Vidic, Evra; Carrick, Fletcher, Anderson (Javier Hernandez 77), Nani, Park; Berbatov (Macheda 85).
Subs: Kuszczak, Owen, Smalling, Hernandez, O'Shea, Macheda, Gibson.
Wasit: Viktor Kassai (Hungaria)

Video: United dan Inter ke Puncak

Kamis,30 September 2010 - 02:04'
Manchester United berhasil ke puncak klasemen sementara Grup C Liga Champions usai mengalahkan Valencia 1-0. Hasil serupa diraih Inter Milan, usai melumat Wender Bremen empat gol tanpa balas.
bola.okezone.com

Fabregas Pimpin Penghancuran Braga

Minggu, 19 September 2010

Cesc Fabregas tampil brilian saat Arsenal menjamu Sporting Braga pada laga pembuka Grup H Liga Champions, Kamis (16/9/2010). Playmaker Spanyol membawa skuad London Utara menghabisi tamunya dengan skor telak enam gol tanpa balas.

bola.okezone.com

 

 

 

 

Lyon Sempurna, Schalke Petik Tiga Angka Perdana

Kamis, 30 September 2010 - 04:53 wib
Achmad Firdaus - Okezone

Foto: Michel Bastos (tengah) menjadi inspirator kemenangan 3-1 Lyon atas Hapoel Tel Aviv lewat lesakkan dua golnya/Daylife

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TEL AVIV – Raksasa Perancis Olympique Lyon mempertahankan hasil sempurna pada matchday kedua penyisihan Grup B Liga Champions. Betandang ke markas wakil Turki Hapoel Tel Aviv, Les Gones menang dengan skor meyakinkan 3-1, Kamis (30/9/2010) dini hari.

Setelah menang tipis 1-0 atas wakil Jerman Schalke 04 pada matchday pertama dua pekan lalu, Lyon melanjutkan performa apiknya kala menaklukkan tuan rumah Hapoel di kandangnya, Bloomfield Stadium. Praktis, dengan raihan sempurna, enam poin di dua laga awal, pasukan Claude Puel berhak menduduki puncak klasemen sementara Grup B.

Tanda-tanda kemenangan Lyon memang sudah terlihat saat mereka berhasil unggul cepat saat laga belum genap sepuluh menit. Adalah Michel Bastos yang membawa timnya unggul 1-0 di menit ke-7 lewat titik putih. Hadiah penalti sendiri diberikan wasit usai kapten tim Walid Badir menjatuhkan Jimmy Briand di kotak terlarang.

Bastos kembali menjadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Hapoel setelah pada menit 36, pilar timnas Brasil ini sukses melesakkan gol keduanya, setelah menyambut umpan pojok dengan tendangan kaki kiri dari jarak 20 yard yang meluncur deras ke pojok gawang Hapoel yang dikawal kiper timnas Nigeria, Vincent Enyeama. Keunggulan 2-0 Lyon bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, Hapoel yang tak ingin dipermalukan dihadapan ribuan publiknya langsung mengambil alih kendali permainan. Sejumlah peluang pun berhasil diciptakan duet striker Ben Sahar dan Itay Shechter. Sayang, peluang demi peluang yang mereka dapatkan selalu mampu dimentahkan kiper timnas Prancis, Hugo Lloris.

Setelah beberapa kali melakukan tekanan, Hapoel akhirnya mampu memperkecil ketertinggalan melalui hadiah penalti dari Howard Webb usai pelanggaran yang dilakukan Dejan Lovren yang menarik kaus pemain Hapoel. Sang kiper, Enyeama yang maju sebagai eksekutor pun berhasil menaklukkan Lloris. 1-2 Hapoel mulai mengejar.

Berhasil memperkecil kedudukan, semangat para pemain Hapoel kembali membara dan terus mencoba mencari gol penyeimbang. Sayang, alih-alih menyamakan kedudukan, Hapoel harus kembali kebobolan lewat gol Miralem Pjanic di masa injury time. Striker Bosnia Herzegovina ini membungkus kemenangan 3-1 Lyon usai memanfaatkan bola rebound.

Sementara di laga lainnya, wakil Jerman Schalke 04 berhasil meraih kemenangan perdananya di Liga Champions usai menaklukkan wakil Portugal Benfica dengan skor 2-0. Kemenangan ini praktis membawa Raul Gonzalez dkk membuntuti Lyon di tempat kedua dengan raihan tiga poin atau sama dengan koleksi poin Benfica.

Bermain di hadapan publiknya, Veltins Arena, Schalke yang tampil dengan duet pemain anyarnya Raul dan Klaas-Jan Huntelaar tampil dominan. Hasilnya, dua gol pun berhasil dilesakkan Jefferson Farfan dan Huntelaar di babak kedua. (acf)

Dilema Perasaan Van Der Vaart

Kamis, 30 September 2010 - 06:52 wib
Azwar Ferdian - Okezone

F: Eksekusi penalti Rafael van der Vaart (daylife)

LONDON – Rafael van der Vaart menjadi tokoh protagonis sekaligus antagonis di balik kesuksesan Tottenham Hotspur menekuk FC Twente 4-1, pada laga Grup A, Kamis (30/9/2010), dini hari tadi.

Playmaker asal Belanda itu mencetak satu gol indah, tapi van der Vaart gagal mengeksekusi tendangan penalti di babak pertama dan terakhir harus diusir wasit pada menit 61 karena menerima kartu kuning kedua.

Pemain yang diboyong dari Real Madrid itu memuji kinerja rekan-rekannya yang bisa menahan FC Twente, meskipun minus satu pemain.

“Semua menjadi sulit setelah kartu merah itu. Saya sangat kahwatir dengan hasil pertandingan, tapi rekan-rekan bermain fantastis,” jelas van der Vaart seperti dilansir Sky Sports, Kamis (30/9/2010).

“Kami mampu bertarung hingga akhir laga dan mencetak gol tambahan. Saya sangat bahagia seusai pertandingan,” lanjut van der Vaart.

Van der Vaart mengakui kesalahan eksekusi penalti yang dilakukannya di babak pertama. Untuk itu, dia meminta maaf atas kesalahan itu.

“Penalti itu sangat buruk dan kiper Twente bisa membaca tendangan saya. Saya sangat kecewa,” ujar mantan pemain Hamburg SV ini.

Di babak kedua Spurs kembali mendapat kesempatan dua hadiah penalti dari wasit. Tapi, yang menjadi eksekutor adalah striker asal Rusia, Roman Pavlyuchenko. Van der Vaart tidak mempermasalahkan keputusan ini.

“Pertandingan yang aneh buat saya. Saya gagal penalti, mencetak gol indah dan diusir wasit. Saya belum pernah bermain di laga seperti ini, dan perasaan saya sungguh campur aduk,” tambah Van der Vaart.

Dengan kartu merah yang dterimanya, maka van der Vaart akan absen kala The Lilywhites berkunjung ke markas Inter Milan, San Siro, dua pekan lagi. Inter sendiri baru saja menghancurkan Werder Bremen 4-0.
(zwr)

Barca Kembali Terjegal di Kazan

Kamis, 30 September 2010 - 02:27 wib
Achmad Firdaus - Okezone

Foto: Lionel Messi saat mencoba melewati kepungan para pemain Rubin Kazan. Barcelobna akhirnya harus puas bermain imbang 1-1/Daylife

 KAZAN - Barcelona kembali mengulang hasil minor di musim lalu saat bertandang ke markas Rubin Kazan pada matchday kedua penyisihan Grup D Liga Champions, Kamis (30/9/2010) dini hari. Nyaris kalah, El Barca diselamatkan David Villa yang membawa timnya membawa pulang satu poin.

Kenangan musim lalu kala Barca hanya mampu bermain 0-0, kembali terulang saat El Barca kembali bertandang ke Tsentralnyi Stadion. Sempat tertinggal lewat gol Christian Noboa lewat titik putih saat laga memasuki menit ke-30, Barca akhirnya bisa menyegel hasil akhir 1-1 lewat lesakkan gol Villa, juga dari titik penalti.

Mengawali laga tanpa Lionel Messi yang masih duduk manis di bench, Barca langsung mengambil inisiatif untuk mendominasi jalannya laga di bawah cuaca hujan. Baru 12 menit laga berjalan, Pedro Rodriguez yang mengisi pos yang ditinggalkan Messi langsung menebar ancaman. Mendapatkan umpan terobosan dari Villa, Pedro yang berdiri bebas langsung melepaskan tembakan keras yang sayangnya masih membentur mistar gawang.

Memasuki menit ke-26, giliran Villa yang mencoba peruntungannya. Mendapatkan ruang untuk menembak, Villa melepaskan sepakan volley keras yang sayangnya masih melebar. Barca tampak kesulitan membongkar pertahanan Kazan yang menempatkan lima pemain di area pertahanannya.

Asyik menyerang, Barca justru harus kebobolan lebih dulu dua menit setelah Villa mendapatkan peluang. Serangan balik cepat yang dibangun Kazan, memberikan ruang Vitaly Kaleshin untuk menyeruak ke kotak penalti. Dani Alves yang coba menghentikan laju Kaleshin justru melakukan pelanggaran lewat tekelnya yang menjatuhkan Kaleshin. Wasit pun langsung menunjuk titik putih.

Christian Noboa yang maju sebagai eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangannya ke sisi kanan gawang sukses menaklukkan Victor Valdes, meski bola sempat menyentuh tangan kiper nomor dua Spanyol ini. 1-0 untuk Kazan.

Barca langsung merespon gol tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan. Namun, sejumlah peluang yang didapat Xavi Hernandez, Pedro serta Gerard Pique urung menggetarkan gawang Kazan yang dikawal Sergei Ryzhikov. Skor 1-0 untuk Kazan pun bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Barca kembali mengambil alih kendali permainan. Akan tetapi, performa disiplin para pemain Kazan dalam mengorganisir permainan kerap membuat para pemain Barca frustrasi karena tak kunjung mendapatkan hasil.

Setelah beberapa kali melakukan percobaan, Barca mendapat keuntungan dengan hadiah penalti yang diberikan wasit di menit 59. Penalti diberikan karena Lasha Salukvadze melanggar Andres Iniesta di kotak terlarang. Villa yang maju sebagai algojo tanpa kesulitan menaklukkan Ryzhikov dan membuat kedudukan kembali seimbang 1-1.

Tak ingin pulang hanya dengan satu angka seperti tahun lalu, pelatih Barca Pep Guardiola menurunkan senjata rahasianya, Lionel Messi pada menit ke-60, menggantikan Javier Mascherano guna menambah gaya gedor pasukannya. Masuknya Messi yang baru pulih dari cedera engkel, sontak membuat serangan El Barca kian menggila.

Lima menit setelah gol Villa, Blaugrana mendapat dua peluang emas melalui Alves dan Villa. Sayang, upaya keduanya masih mampu dimentahkan Ryzhikov yang tampil cukup impresif. Sepuluh setelah masuk ke lapangan, Messi mendapatkan peluang pertamanya untuk mencetak gol.

Memanfaatkan umpan Inesta, Messi menerobos ke jantung pertahanan dan melepaskan tembakan terarah dari sudut sempit. Nahas, bola sepakan Messi masih menyentuh dada Ryzhikov yang menggagalkan peluang Messi.

Terus ditekan, Kazan yang mengandalkan serangan balik mendapatkan peluang untuk kembali unggul melalui striker pengganti, Obafemi Martins di menit 86. Memanfaatkan umpan silang Kaleshin, mantan striker Inter Milan berhasil melepaskan sundulan yang apesnya masih digagalkan mistar gawang.

Dua menit berselang, giliran Bojan Krkic yang mendapat peluang untuk memberikan kemenangan untuk timnya. Namun, upaya striker yang masuk menggantikan Villa ini gagal membuahkan hasil, setelah sundulannya masih melebar.

Di masa injury time, Iniesta mendapatkan kesempatan terakhir untuk menyegel kemenangan. Memanfaatkan kerja sama apik dengan Messi, pahlawan Spanyol di Piala Dunia ini melepaskan sepakan melengkung yang sialnya masih belum menemui sasaran. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-1 tak berubah.

Meski hanya mendapat satu angka, Barcelona untuk sementara memimpin klasemen Grup D dengan mengumpulkan empat poin dari dua laga. Namun, posisi El Barca rawan disalip FC Kopenhagen yang baru akan bermain dengan tuan rumah Panathinaikos di laga lainnya.

Susunan Pemain:
Rubin Kazan:
77-Sergei Ryzhikov; 19-Vitaly Kaleshin, 9-Lasha Salukvadze, 4-Cesar Navas, 27-Salvatore Bocchetti, 3-Cristian Ansaldi; 8-Aleksandr Ryazantsev, 15-Rafal Murawski, 16-Christian Noboa (66-Bebars Natcho 88), 61-Gokdeniz Karadeniz (28-Obafemi Martins 64); 88-Sergei Kornilenko (6-MacBeth Sibaya 62).

Barcelona:
1-Victor Valdes; 2-Dani Alves, 3-Gerard Pique, 5-Carles Puyol, 19-Maxwell; 6-Xavi, 16-Sergio Busquets, 14-Javier Mascherano (10-Lionel Messi 60); 17-Pedro, 8-Andres Iniesta, 7-David Villa (9-Bojan Krkic 86) (acf)

Spurs Ajari Twente Main Bola

Kamis, 30 September 2010 - 04:55 wib
Azwar Ferdian - Okezone

F: Tendangan voli van der Vaart (daylife)

LONDON – Sebagai sama-sama anak baru dalam kancah Liga Champions, Tottenham Hotspur mengajari bagaimana cara bermain sepakbola yang baik kepada FC Twente. Spurs mendulang kemenangan 4-1 atas wakil Belanda tersebut.

Laga Grup A yang digelar di White Hart Lane, Kamis (30/9/2010). ini menunjukan kelas Spurs ada satu tingkat di atas Twente. Spurs pun menempel Inter Milan di klasemen Grup A dengan sama-sama mengoleksi empat poin. Twente dan Werder Bremen baru mengoleksi satu angka.

Tanda-tanda kemenangan tuan rumah sudah terlihat di babak pertama. Spurs menguasai jalannya pertandingan, termasuk mencatat beberapa kans mencetak gol. Tapi, Twente mampu mengancam gawang Spurs lebih dulu melalui aksi Emir Bajrami di menit 12. Tom Huddlestone yang kehilangan bola, bisa diserobot Bajrami. Tapi, tangan Heurelho Gomes masih mampu menahan bola.

The Lilywhites langsung membalas melalui dua peluang Rafael van der Vaart dan Peter Crouch. Sundulan Crouch di menit 13 masih menyamping, sementara tendangan van der Vaart, melanjutkan umpan Luka Modric, diamankan Nikolay Mihailov.

Tuan rumah tercatat menguasai ball possession 60 persen, tapi belum mampu mencetak gol. Bahkan, van der Vaart memiliki peluang terbaik setelah wasit menunjuk titik putih setelah Crouch dijatuhkan. Sayang eksekusi buruk dilakukan van der Vaart dan mampu dipatahkan Mihailov.

Di babak kedua Spurs bermain lebih ngotot. Hasilnya baru satu menit laga berjalan van der Vaart merobek gawang Twente. Umpan silang dari sektor kanan, disambut sundulan Crouch yang diteruskan dengan tendangan voli van der Vaart.

Dua menit berselang Spurs kembali mendapat hadiah penalti setelah Gareth Bale dijatuhkan Rosales. Kali ini Roman Pavlyuchenko yang menjadi eksekutor, mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Tapi, Twente sempat membalas skor menjadi 2-1 di menit 55. Crouch dianggap melakukan hand ball di kotak terlarang. Nacer Chadli berhasil melakukan tendangan 12 pas, mengecoh Gomes.

Sayang, van der Vaart harus diusir wasit setelah bersitegang dengan Rosales. Gelandang asal Belanda itu harus menerima kartu kuning kedua dan mengantongi kartu merah di menit 62.

Minus satu pemain tidak membuat Spurs kendur. Spurs kembali mendapatkan penalti di menit 65, setelah salah satu pemain Twente tertangkap wasit menyentuh bola dengan tangan. Pavlyuchenko kembali menjadi algojo, dan mengeksekusi bola dengan cara men-chip.

Lima menit jelang bubaran, Bale menggandakan keunggulan menjadi 4-1. Kali ini Pavlyuchenko yang menjadi pelayan Bale, dan mengirimkan umpan matang. Bale berhasil melepaskan tendangan ketas dan gagal diamankan Mihailov.

Susunan Formasi:
SPURS: Gomes, Hutton, Bassong, King, Assou-Ekotto, Van der Vaart, Huddlestone, Modric, Bale, Pavlyuchenko, Crouch. Subs: Cudicini, Lennon, Jenas, Keane, Palacios, Kranjcar, Corluka.

FC TWENTE: Mihailov, Rosales, Franco, Wisgerhof, Kuiper, Brama, Janssen, Ruiz, Landzaat, Bajrami, Janko. Subs: Boschker, Bengtsson, de Jong, Parker, Chadli, Vujicevic, Schimpelsberger.
(zwr)

'Chicharito' Antar United ke Puncak

Kamis, 30 September 2010 - 04:09 wib
Achmad Firdaus - Okezone
Foto: Selebrasi Javier 'Chicharito' Hernandez usai membobol gawang Valencia yang dikawal Cesar Snchez. Manchester United pun menang 1-0 di Mestalla/Daylife

 

 

VALENCIA - Manchester United harus mengucapkan terima kasih kepada bomber mudanya Javier Hernandez. Gol tunggal ‘Chicharito’ ke gawang Valencia pada matchday kedua penyisihan Grup C, Kamis (30/9/2010) dini hari, memberikan tiga angka buat Setan Merah.

Ya, Hernandez yang masuk sebagai pemain pengganti, sukses memecah kebuntuan skuad Sir Alex Ferguson dalam membobol gawang tuan rumah Los Che di Mestalla. Gol semata wayang sekaligus yang pertama bagi bomber timnas Meksiko ini di Liga Champioons membawa United menang tipis Valencia 1-0.

Kemenangan ini pun semakin terasa berarti, karena tambahan tiga angka ini mengantar Setan Merah untuk memuncaki klasemen semerntara Grup C dengan koleksi empat angka. Nemanja Vidic dkk memiliki poin sama dengan wakil Skotlandia Glasgow Rangers yang pada saat bersamaan sukses menekuk wakil Turki, Bursaspor, juga dengan 1-0.

Bermain tanpa sejumlah pilar seperti Wayne Rooney, Ryan Giggs, Paul Scholes dan kapten tim Gary Neville, United memang sempat kesulitan mendominasi jalannya laga. Dimitar Berbatov yang dipasang sebagai striker tunggal terlihat kesulitan berjuang sendirian di lini depan.

Sementara di kubu lawan, Valencia tampil lebih percaya diri di hadapan publiknya. Duet Roberto Soldado dan Juan Mata di lini depan kerap membahayakan gawang Edwin van der Sar.

Memasuki 15 menit pertama, Valencia langsung memiliki peluang lewat Pablo Hernandez. Setelah memotong umpan Nani kepada Michael Carrick, Pablo langsung menerobos ke area pertahanan United dan melepaskan tembakan keras yang masih melambung di atas mistar gawang van der Sar.

Semenit berselang, giliran Soldado yang menebar ancaman. Van der Sar yang coba memotong umpan silang, berhasil menepis bola yang nahasnya mengarah ke Soldado. Sayangnya, mantan pemain Real Madrid ini tak siap menyambut bola, sehingga sundulannya hanya melintas di atas mistar.

Tak terima terus ditekan, United merespon lewat upaya Anderson, dua menit berselang. Namun, upaya gelandang asal Brasil usai menyambut umpan silang Nani, masih melebar.

Memasuki menit 33, Valencia kembali menebar ancaman yang kali ini kembali datang dari Pablo. Akselerasinya di sisi lapangan di akhiri dengan umpan silang yang sayangnya gagal disambut baik Juan Mata maupun Soldado yang berdiri di depan gawang. Skor kacamata alias 0-0 pun bertahan hingga turun minum.

Tiga menit memasuki babak kedua, kembali Pablo mendapat kesempatan. Aksinya melewati Patrice Evra di sisi lapangan diakhiri dengan tendangan kaki kiri keras. Namun lagi-lagi, upaya Pablo belum menemui sasaran.

United pun tak tinggal diam dan membalas melalui peluang yang dimiliki Berbatov. Memanfaatkan umpan jauh, Berba berhasil melewati penjagaan David Navarro dan melepaskan tembakan keras yang memaksa kiper veteran Valencia Cesar Sanchez berjibaku menyelamatkan gawangnya dari kebobolan.

Tak kunjung mencetak gol hingga laga menyisakan 15 menit, Sir Alex Ferguson mengambil keputusan berani dengan memasukkan striker muda Javier Hernandez pada menit ke-77. Chicharito masuk menggantikan Anderson untuk menemani Berba dan menambah daya dobrak armadanya.

Namun, keputusan berani Fergie ternyata cukup jitu. Pasalnya, permainan United semakin hidup dengan masuknya bomber 22 tahun tersebut. Di menit ke-83, Chicharito mendapat peluang emas memecah kebuntuan saat menerima umpan Darren Fletcher yang berawal dari crossing Nani. Sayang, upaya Hernandez masih mampu digagalkan tiang gawang.

Namun, dua menit berselang atau menit ke-85, Chicharito tak membuang kesempatan emas yang dimilikinya. Berawal dari pergerakan Nani di sisi lapangan yang kemudian melepaskan umpan kepada Federico Macheda, Chicharito yang menerima umpan Macheda tak membuang banyak waktu untuk mencatatkan gol perdananya di Eropa. Dengan tenang, mantan striker Guadalajara ini melepaskan tendangan kaki kiri yang meluncur deras ke sisi kiri gawang Sanchez. 1-0 untuk United.

Di lima menit waktu tersisa, Valencia terus berusaha keras mencetak gol penyeimbang untuk mengobati kekecewaan para pendukungnya di Mestalla. Nahas, hingga akhir laga baik Soldado maupun Mata tak mampu membobol gawang Edwin van der Sar. Mereka pun harus menerima pil pahit kalah tipis 0-1 di kandang sendiri.

Susunan Pemain:
Valencia:
Cesar, Miguel, Navarro, Maduro, Mathieu, Pablo, Albelda/Topal (86’), Costa/Fernandes (73’), Mata, Dominguez/Aduriz (58’), Soldado
Manchester United: Van der Sar, Rafael Da Silva/O’Shea (90+2), Ferdinand, Vidic, Evra, Carrick, Fletcher, Anderson/Hernandez (77’), Nani, Berbatov/Macheda (84’), Park. (acf)

Rabu, 29 September 2010

Deltras Terkendala Masalah Stamina

Selasa, 28 September 2010 - 16:57 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
SIDOARJO - Deltras Sidoarjo menghadapi tantangan serius di awal Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010-2011. Tim putih-merah bakal disambangi juara Piala Indonesia (PI) 2010 Sriwijaya FC yang baru saja merengkuh gelar Community Shield 2010.

Secara teknis, hampir tak bisa membandingan kekuatan keduanya. Kendati Deltras berstatus sebagai pemilik kandang, tapi kekuatan milik Sriwijaya FC jauh lebih mengkilap. Tak heran jika tuan rumah membutuhkan lebih dari bermain bagus dan keberuntungan untuk memenangi laga.

Pelatih Deltras Mustaqim dengan lugas mengakui kekuatan timnya jauh di bawah Laskar Wong Kito. Tapi dirinya masih percaya ada sisa peluang yang bisa menjadikan Deltras unggul. Pelatih yang berduet dengan Nus Yadera terus membakar semangat bertanding Danilo Fernando dkk.

“Pertandingan ini penting untuk langkah Deltras selanjutnya. Ini harus dipahami benar oleh pemain. Jadi minimal harus mendapat poin,” kata Mustaqim. Sayang semangat yang tinggi masih dibarengi dengan kekuatan yang meragukan.

Utamanya benteng pertahanan. Diprediksi daerah inilah yang menjadi penentu skor pada laga di Gelora Delta sore nanti. Stamina pemain belakang Deltras sudah jauh menurun karena faktor usia. Empat pemain utama, yakni Bejo Sugiantoro, Anang Ma’ruf, maupun Zaenuri berstatus old crack.

Dengan usia di atas 33 tahun, dikhawatirkan mereka kerepotan menghadapi kecepatan pasukan milik Ivan Kolev. Keith Kayamba, Firman Utina, Okto Maniani dan Budi Sudarsono adalah sosok yang memadukan kecepatan dengan kemampuan dribble.

“Stamina dan kecepatan mungkin kalah. Tapi pemain kita memiliki pengalaman dan saya berharap pengalaman itu bisa mengatasi kekurangan yang ada,” lanjut Mustaqim. Rencananya ia bakal menerapkan skema jadul yakni 3-5-2.

Alasan pemakain formasi tersebut, karena cocok dengan karakter pemain. Selain itu juga mengantisipasi serangan balik cepat Sriwijaya FC. Formasi 3-5-2 dalam praktiknya bisa berevolusi ke 5-3-2 dengan turunnya dua wing back. Mustaqim berharap ini efektif dalam posisi tertekan.

Sementara itu, coach Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev tidak mau terlalu percaya diri menghadapi Deltras. Kendati telah menahbiskan diri sebagai yang terbaik di Community Shield, Kolev yakin ada atmosfir berbeda di kompetisi DISL.

Deltras, dituturkannya, tim yang harus diwaspadai walau berstatus promosi. Kolev mengaku sudah memantau permainan Deltras kala bermain di final Piala Gubernur kontra Persela Lamongan. Menganalisa penampilan Danilo Fernando dkk, Kolev yakin Deltras juga bernafsu meraih kemenangan.

“Biasanya sebuah tim akan bekerja keras di kandangnya untuk meraih kemenangan. Saya yakin Deltras juga begitu. Jadi kita tidak boleh merasa menang sebelum bertanding,” ujar pemegang paspor Bulgaria. Soal strategi, Kolev dengan tegas mengatakan masih rahasia.

Namun ia mengangguk saat ditanya apakah strategi yang diterapkan serupa dengan saat menghadapi Arema. Melihat materi pemain yang dimiliki, Kolev bisa leluasa menerapkan strategi, baik 4-4-2, 4-3-3 maupun 4-2-3-1. Jika memakai pola 4-3-3, maka lini depan bisa ditempati trio Budi Sudarsono, Park Jung Hwan dan Keith Kayamba.

Mereka didukung pemain agresif dari lini kedua, seperti Okto Maniani dan Firman Utina, dengan Ponaryo Astaman sebagai gelandang bertahan. Formasi tersebut cenderung ofensif dan Kolev tinggal mengubah posisi satu-dua pemain bila ingin bertransformasi ke skema lain, misalnya ke 4-4-2.

Satu yang menjadi keluhan Kolev adalah kondisi lapangan Gelora Delta yang tak begitu mulus. Selain rumput yang tak terlalu tebal, kondisi lapangan juga tidak rata dan bisa menghambat alur bola. “Lapangan jelek. Semoga tidak menganggu permainan,” ujar Kolev seusai menjajal rumput Gelora Delta Sidoarjo.

Formasi Pemain:
Deltras (3-5-2):
Dedy Sutanto (gk), Bejo Sugiantoro, Zaenuri, Dodo Anang (belakang), Anang Ma’ruf, Danilo Fernando, Park Chan, Ferry A Saragih, Choirul Mashuda (tengah), Christiano Lopez, Marcio Souza (depan).

Sriwijaya FC (4-3-3):
Ferry Rotinsulu (gk), Supardi, Ahmad Juprianto, Claudiano, M Ridwan (belakang), Ponaryo Astaman, Okto Maniani, Firman Utina (tengah), Keith Kayamba, Park Jung Hwan, Budi Sudarsono (depan)
(zwr)

El Loco Rusak Pesta Persela

Selasa, 28 September 2010 - 19:37 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI

LAMONGAN – Kekhawatiran pelatih Persela Lamongan Subangkit menjadi kenyataan. Striker Persib Bandung Christian Gonzales menjadi momok bagi timnya di pertandingan Djarum Indonesia Super League (DISL) di Stadion Surajaya, Lamongan, kemarin sore.

Tandukan striker berjuluk El Loco tersebut menembus jala kiper Khoirul Huda pada menit 66’. Gol itu sekaligus membuyarkan pesta Persela yang sempat memimpin lewat tendangan brilian gelandang muda Hendro Siswanto pada menit 22’.

Gol El Loco murni kesalahan bek Fabiano Beltrame yang lalai menempel striker yang telah membukukan 166 gol sepanjang karirnya di sepakbola nasional itu. Umpan diagonal Eka Ramdani yang seharusnya dalam kuasa penuh Beltrame, justru mampir ke kepala El Loco.

Bagi Laskar Jaka Tingkir, hasil seri ini pantas disesali. Menguasai penuh permainan, unggul kreatifitas, serta mengemas peluang lebih banyak, hanya sebiji gol yang tercipta. Justru tim tamu yang mampu memanfaatkan sedikit peluang yang ada.

Pelatih Persela Subangkit kecewa dengan performa trio pertahanan Charis Yulianto, Fabiano Beltrame dan Taufik Kasrun. ”Kita lengah karena merasa menang setelah unggul dan tidak disiplin. Seharusnya gol Christian Gonzales bisa diantisipasi,” kata Subangkit.

Padahal, menurut Subangkit, sejak semula dirinya menginstruksikan lini belakangnya untuk mewaspadai striker Persib, terutama Gonzales. Namun secara umum, Subangkit menilai timnya sudah tampil lebih dari cukup. ”Taktik yang kita terapkan sudah berjalan. Tinggal membenahi di pertandingan berikutnya,” cetus mantan pelatih Persema ini.

Persela sempat menguasai babak pertama. Lima gelandang yang diplot di lapangan tengah mampu mengacaukan serangan Maung Bandung. Lima gelandang inilah yang membingungkan lini tengah Persib yang digalang Eka Ramdani dan Hariono.

Kedua gelandang Persib itu pun lebih konsentrasi di pertahanan dibanding menyuplai bola ke Pablo Frances atau Gonzales. Menit ’22, gelandang Hendro Siswanto memecah kebuntuan lewat tandangan menyisir tanpa mampu dijangkau kiper Markus Horison.

Hendra bergerak bebas di bibir kotak enambelas tanpa terkawal satu pemain pun. Mendapatkan ruang, ia leluasa melepas tendangan ke gawang yang menembus sisi kanan gawang Markus. Gol yang disambut gempita 15.000 LA Mania di Stadion Surajaya.

Sayang Persela menurun di babak kedua. Kendati masih memegang kendali permainan, justru Persib yang bermain lebih efektif dan mencetak sejumlah peluang. Rajin menekan membawa kompensasi mahal dengan lahirnya gol dari kepala Gonzales menit ’66.

Gol khas El Loco. Tanpa power, ia hanya membelokkan arah bola diagonal yang dilepaskan Eka Ramdani dari sektor kiri pertahanan Persela. El Loco yang mengambil posisi di belakang Fabiano Beltrame menjadi sulit diantisipasi. Kiper Khoirul Huda pun nyaris tak sempat bereaksi.

Setelah gol kedua ini, tempo pertandingan mengendur. Persela yang memainkan bola di lapangan tengah, tak mampu membongkar dua palang pintu Nova Arianto dan Maman Abdurrahman. Pelatih anyar Persib Jovo Cockovic yang terus memberikan arahan kepada asistennya Robby Darwis dari tribun penonton tak mampu mengubah hasil pertandingan.

”Ini pertandingan perdana dan kami tidak terlalu kecewa dengan hasil seri. Dari beberapa peluang yang ada, seharusnya kita bisa memenangkan pertandingan. Tapi memang bertanding di kandang Persela tak mudah dan ini hasil yang fair,” kata asisten pelatih Persib Robby Darwis.

Sebagai tim yang sempat diwarnai atmosfir tak menentu karena faktor pelatih, Persib terbilang sudah mapan. Permainan mereka sudah mencapai standar untuk pertandingan tandang.

Susunan Pemain:
Persela: Khoirul Huda (gk), Fabiano Beltrame, I Gede Sukadana, Charis Yulianto, R Barkaoui, Taufik Kasrun, Z Arifin/Hyo Yeon, Hendro Siswanto, Jimmy Suparno, Feri Ariawan, Aris Alfiansyah.

Persib: Markus Horison (gk), Isnan Ali/Wildansyah, Pablo Frances/Rahmat Affandi, Atep, Christian Gonzales, Nova Arianto, Maman Abdulrahman, Siswanto, Baihakki, Eka Ramdani, Hariono.
(hmr)

Belum Menyerah, SFC Kejar Yu Nam Ji

Selasa, 28 September 2010 - 20:16 wib
Arpan Rachman - Okezone
SFC Incar pemain Korea Utara Yun Nam Ji (merah). Foto: Getty Images
PALEMBANG – Kendati rumit prosesnya, namun Sriwijaya FC  belum juga menyerah mengejar Yun Nam Ji. Perburuan SFC atas pemain timnas Korea Utara (Korut) itu demi memenuhi kuota dua pemain Asia.
“Proses pengurusan administrasi di Korut lebih rumit, berbeda dengan Korsel, Afrika atau Amerika Latin, kita masih berusaha merekrut Ji,” kata General Manager SFC Hendri Zainuddin kepada wartawan, Selasa 28/9/2010). Hendri bertutur, pihak SFC mempercayai agen Indobola Mandiri untuk mendapatkan tanda tangan gelandang yang mencetak gol ke gawang Brasil dalam Piala Dunia Afrika Selatan 2010. “Nilai kontrak yang ditawarkan di bawah Rp1 miliar, tidak masalah. Kita telah sepakat dalam hal harga,” lanjut Hendri. Dikatakan, karakter permainan yang ditampilkan gelandang timnas Korut itu memikat pelatih SFC Ivan Kolev untuk melengkapi skuadnya musim ini. Terakhir, SFC bahkan sanggup menunggu Yu Nam Ji meski pemain yang bersangkutan hanya bisa memperkuat SFC di putaran kedua. (hmr)

Selasa, 28 September 2010

Arti di Balik Selebrasi Tevez  

Manchester City Dimas Ramadani
26/09/2010 11:17
Striker Manchester City Carlos Tevez (kanan) dibayang-bayangi bek Chelsea John Terry dalam laga lanjutan Liga Premier di City of Manchester Stadium, 25 September 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Carlos Tevez (© AFP 2010)


Liputan6.com, Manchester: Catatan 100 persen kemenangan milik Chelsea di Liga Premier musim ini patah. Sesuai prediksi, Manchester City benar-benar menjadi batu sandungan yang andal buat hegemoni The Blues.

Chelsea begitu sangar dengan merebut 15 poin dari lima pertandingan pertama. Jumlah golnya semakin mengguratkan kengerian, dengan mencetak 21 gol dan hanya sekali kebobolan. Gol semata wayang dari Carlos Tevez di Eastlands membuktikan Chelsea bisa terjengkang.

Yang menarik, ketika merayakan golnya, Tevez mengangkat kostum City dan mempertontonkan tulisan yang digoreskan pada kaos dalamnya. Apa itu? Ternyata Tevez menuliskan pesan untuk ibundanya. Kalimatnya ’feliz cumple mami’. Tulisan dalam bahasa Spanyol dengan arti ’selamat ulang tahun ibu’.

Keberhasilan Tevez mencetak gol dengan aksi solo-run dari tengah lapangan membuat Roberto Mancini lega. Bos The Citizens itu teringat dengan keputusannya mengangkat Tevez sebagai kapten utama tim. ”Saya berharap itu keputusan jitu—yang sejauh ini benar-benar membuahkan hasil,” cetusnya.

”Dia (Tevez) penyerang fantastis dan petarung ulung. Menghadapi pemain bertahan lawan yang tinggi dan besar, dia tidak pernah menyerah. Dia menjadi contoh yang patut ditiru,” tambah Mancini lega.(DIM/NotW)

MU Monitoring The Wonder Boy  

Manchester United ME Gunawan
26/09/2010 13:26
Alexis Sanchez (mail)

 Liputan6.com, Manchester: Boleh jadi di bursa transfer musim dingin Januari 2011, manajer Manchester United Sir Alex Ferguson bakal aktif berbelanja pemain baru. Yang diincar seorang winger muda guna mengisi posisi sayap kanan yang ditinggalkan Antonio Valencia yang mengalami patah dan dislokasi engkel di kaki kirinya. Valencia, 25 tahun, diprediksi baru akan kembali tampil di lapangan hijau paling cepat akhir Februari.

Winger yang menjadi target Ferguson adalah pemain muda Udinese yang penampilannya bersinar bersama Timnas Chile di putaran final Piala Dunia (PD) 2010 lalu, Alexis Sanchez. Pemain yang baru berusia 21 tahun ini disebut-sebut sebagai salah satu talenta paling berbakat yang dimiliki Chile saat ini.

Ferguson pun mengakui jika pihaknya selama ini telah mengamati sepak terjang Sanchez yang mendapat julukan The Wonder Boy. “Kami telah melihat penampilannya. Dan, ia mampu membuat kami tertarik. Seperti halnya para pemain lainnya, kami pun telah mengumpulkan informasi terkait latar belakangnya. Akan tetapi, sampai sejauh ini, hanya itu yang bisa kami lakukan,” ujar Ferguson.

Gayung bersambut. Ketika masih bertanding di Afrika Selatan, Sanchez—yang awalnya diproyeksi menjadi pengganti Cristiano Ronaldo—diklaim sangat berhasrat untuk bergabung ke Old Trafford. Bahkan, ia ditengarai akan melakukan apa saja guna dapat mengenakan kostum The Red Devils (Baca: Sanchez Jatuh Cinta pada MU?).

Rupanya, di mata Ferguson para pemain Chile mendapat tempat tersendiri. Pasalnya, Ferguson mengaku kecewa tidak dapat membawa mantan bintang Chile Marcelo Salas ke Old Trafford di awal era 90-an. “Kami memonitoring sejumlah pemain Chile. Yang paling kami minati adalah Salas yang tampil brilian di PD 1990. Tapi, ketika itu ia masih bermain bersama Lazio. Sungguh, kami sangat senang jika saat itu kami berhasil membawanya ke sini,” imbuh Ferguson.(MEG/News of the World)
Berondong Sevilla, Trezeguet Ancam Raksasa
Senin, 27 September 2010 | 01:50 WIB
AFP/JOSE JORDAN
Penyerang Hercules, David Trezeguet, merayakan golnya ke gawang Sevilla, dalam lanjutan Divisi Primera, Minggu (25/9/2010). 
ALICANTE, KOMPAS.com - Penyerang David Trezeguet memborong dua gol yang menentukan kemenangan timnya 2-0 atas Sevilla dalam lanjutan Divisi Primera, Minggu (23/9/2010). Hercules kini duduk di posisi kedelapan dengan tujuh poin, atau berselisih empat angka dari Real Madrid di tempat ketiga.

Gol pertama Trezegol dicetak dari titik penalti pada menit ke-21 menyusul pelanggaran Didier Zokora kepada Tiago Gomez. Ia mengirim bola ke sudut kiri bawah gawang, sementara kiper Andres Palop menjatuhkan diri ke arah sebaliknya.

Trezeguet membukukan gol keduanya pada menit ke-38. Dari depan mulut gawang, ia menyambar umpan Kiko dan menjejalkannya ke dalam gawang tim tamu.

Penampilan Trezeguet tak lepas dari dukungan dan kontribusi rekan tim. Tertekan hampir di sebagian besar pertandingan, mereka mampu menjaga fokus dan konsentrasi, sehingga selain bisa mematahkan ancaman lawan, mereka mampu melihat peluang dan memaksimalkannya, dengan Trezeguet sebagai tumpuan penyelesaian akhir.

Dalam sejumlah kesempatan, serangan-serangan Hercules selalu berujung umpan kepada Trezeguet, yang sayangnya tak selalu dituntaskan dengan eksekusi akurat.

Sevilla sendiri bukannya kalah karena tampil buruk. Namun, mereka jelas bermasalah dengan penyelesaian akhir yang masih ditambah performa kiper Juan Calatayud. Menguasai bola sebanyak 63 persen, mereka hanya melepaskan lima tembakan akurat dari 13 percobaan.

Bandingkan dengan Hercules yang mampu melepaskan tiga tembakan akurat dari tujuh usaha.

Bagi Sevilla, ini adalah kekalahan pertama mereka di Divisi Primera. Hasil ini membuat koleksi poin mereka tertahan di angka delapan dan duduk di posisi keenam. (*)

Susunan pemain:
Hercules:
1-Juan Calatayud; 16-Paco Pena, 23-Noe Pamarot, 5-Abraham Paz Cruz, 21-David Cortes; 14-Abel Enrique Aguilar Tapias, 18-Matias Fritzler; 12-Royston Drenthe (11-Sendoa Aguirre Basterrechea 77), 24-Tiago Gomes, 15-Kiko (7-Rufete 85); 17-David Trezeguet (9-Javier Portillo 74)
Sevilla: 1-Andres Palop; 5-Fernando Navarro, 14-Julien Escude, 23-Alexis, 20-Mouhamadou Dabo; 6-Romaric, 8-Didier Zokora (25-Tiberio Guarente 76); 16-Diego Capel, 21-Lautaro Acosta (18-Alvaro Negredo 56), 15-Alfaro (9-Diego Perotti 55); 10-Luis Fabiano
Reyes Diusir, Atletico Tetap Menang
 
Senin, 27 September 2010 | 03:57 WIB
AFP/PEDRO ARMESTRE
Striker Atletico Madrid, Diego Costa, saat mencetak gol ke gawang Real Zaragoza, Senin (27/9/2010) dini hari WIB. 
 
MADRID, KOMPAS.com — Meski gelandangnya, Jose Antonio Reyes, menerima kartu merah, Atletico Madrid tetap mampu mengalahkan tamunya, Real Zaragoza, 1-0, dalam lanjutan pertandingan Divisi Perimera La liga, Senin (27/9/2010) dini hari WIB.

Reyes diusir wasit Cesar Fernandez pada menit ke-61 akibat melakukan pelanggaran. Mantan pemain Arsenal itu berlari kencang mengejar bola. Namun, bukannya mendapatkan bola, ia malah menabrak Matteo Contini dari belakang. Kartu merah pun langsung keluar dari kantong wasit.

Atletico sendiri tak menurunkan skuad terbaiknya pada pertandingan ini. "Los Rojiblancos" menyimpan Sergio Aguero terlebih dulu di bangku cadangan. Sebagai gantinya, Pelatih Quique Sanchez Flores memainkan Diego Costa sebagai pendamping Diego Forlan.

Strategi ini terbukti jitu karena Costa mampu menunjukkan ketajamannya dengan membobol gawang Zaragoza pada menit ke-20. Gol ini berawal dari umpan pendek Forlan kepada Filipe di sayap kiri. Filipe kemudian menerobos ke kotak penalti dan melepas bola ke mulut gawang Zaragoza.

Tanpa ragu, Costa langsung menembaknya dan gol, 1-0 untuk Atletico. Selang 16 menit kemudian, Costa lagi-lagi mengancam gawang Zaragoza. Apa daya, tembakannya kali ini dapat dimentahkan kiper Antonio Doblas.

Memasuki paruh kedua, pertandingan mutlak menjadi milik tim tamu. Zaragoza coba menekan Atletico dengan tempo cepat. Hal ini membuat tuan rumah kesulitan menemukan ritme permainan. Atletico lebih banyak terkurung dan sesekali melakukan serangan balik.

Setelah Reyes diusir, tekanan kepada Atletico makin kuat. Beberapa tembakan dilesatkan Gabi, Leonardo Ponzio, dan Marco Perez. Sayang, tak ada yang menghasilkan gol. Hingga akhir laga, skor tak berubah.

Bagi Atletico, kemenangan ini mengantar mereka naik ke posisi keempat dengan 10 poin, menggeser Villarreal. (*)

Susunan pemain
Atletico Madrid:
David De Gea; Alvaro Dominguez Soto, Diego Godín, Filipe Kasmirski, Luis Perea; Tiago (Mario Suárez 63), Paulo Assuncao, Simao, José Antonio Reyes; Diego Forlan (Sergio Agüero 75), Diego Da Silva Costa (Valera  82).
Real Zaragoza: Leo Franco (Antonio Doblas 26); Matteo Contini, Jiri Jarosik, Ivan Obradovic, Maurizio Lanzaro (Nicolàs Bertolo 66); Gabi, Kevin (Florent Sinama-Pongolle 45), Marco Perez, Ander Herrera; Lafita, Leonardo Ponzio.
Fergie: MU Harus Beli Sanchez, Titik!
 
Senin, 27 September 2010 | 04:04 WIB
AFP
Alexis Sanchez 
 
BOLTON, KOMPAS.com Pelatih Manchester United Sir Alex Ferguson mengaku bahwa dia sangat tertarik mendatangkan bomber Udinese, Alexis Sanchez. Meski saat ini belum memberi tawaran resmi, Fergie mengaku, klubnya harus bergerak cepat jika tak ingin kecolongan untuk memanfaatkan bakat Sanchez.

Sanchez menuai banyak pujian berkat penampilan gemilangnya bersama tim nasional Cile pada Piala Dunia lalu. Pemain 22 tahun itu menjadi sorotan berkat aksi individualnya, jago duel satu lawan satu dengan pemain lawan.

"Kami telah mengamati Sanchez dan ia membuat kami terkesan, sama halnya dengan beberapa pemain lain," kata Fergie kepada News of the World.
"Ia memiliki permainan yang sangat baik dan ia merupakan proyek yang menarik. Kami telah mengumpulkan informasi mengenai latar belakangnya, sama dengan beberapa pemain lain seusianya. Tapi, tak ada yang lebih dari ini, setidaknya untuk saat ini," ungkap pelatih Skotlandia tersebut.

Fergie mengaku bahwa dia tak ingin lagi mengulangi kesalahan pada masa lalu. Kira-kira 12 tahun lalu, MU juga tertarik mendatangkan pemain dari Cile, yakni Marcelo Salas. Namun, karena bergerak terlalu lambat, MU harus kehilangan pemain incaran mereka tersebut.

"Dulu, kami telah memerhatikan beberapa pemain Cile. Kasus yang paling menarik adalah Salas. Ia memiliki Piala Dunia. Namun, dia berada di Lazio. Akan menyenangkan andaikata kami sudah memiliki dia saat itu," pungkas Fergie. (NOTW)

Pablo Siap Cetak Gol

Selasa, 28 September 2010 - 02:54 wib
Raka Zaipul - Koran SI
Pablo Frances / Foto: Koran SI
LAMONGAN - Persib Bandung kini punya mesin gol baru selain Gonzales. Jajaran pelatih mempercayakan performa Pablo Frances untuk memberikan kontribusi positif bagi kemenangan timnya. Selain duet kedua striker ini, Maung Bandung juga punya keunggulan di lini tengah, termasuk sayap. Pablo mengaku siap memberikan performa terbaiknya pada laga pertamanya berkostum Persib. Apalagi, duetnya bersama Gonzales dirasakannya sudah cukup klop. Sebab, selama ini dia mengaku banyak berkomunikasi dengan pemain berjuluk El-Loco tersebut. "Apalagi kita tinggal satu rumah. Jadi saya sudah mengerti apa kemauan Gonzales, begitu juga sebaliknya,: tandas pemain asal Argentina ini, saat ditemui Senin (27/9/2010) kemarin. Soal mencetak gol, eks pilar Persijap Jepara ini hanya berupaya memberikan yang terbaik. Jika ada kesempatan untuk membobol gawang lawan, maka hal tersebut tidak akan disia-siakannya. Namun, dia mengaku lebih mengutamakan kolektifitas tim ketimbang ambisinya mencetak gol. "Kalau saya bisa cetak gol, itu bagus. Tapi kalau tidak, saya akan berikan kesempatan yang lain untuk membuat gol bagi kemenangan tim ini," pungkasnya. (van)

Valencia Cedera, United Masih Punya Obertan

Sabtu, 25 September 2010 - 13:53 wib
Achmad Firdaus - Okezone
Foto: Winger muda Manchester United berharap mendapat kepercayaan Sir Alex Ferguson untuk mengisi posisi Antonio Valencia yang cedera/Getty Images
MANCHESTER - Cedera parah yang membekap Antonio Valencia nampaknya tak akan terlalu mengganggu performa Manchester Unietd. Sebab, mereka telah memiliki pemain pengganti yang tak kalah tangguh, yakni Gabriel Obertan. United diprediksi tak akan diperkuat Valencia hingga Februari tahun depan menyusul patah tibia dan fibula pada pergelangan kaki kirinya saat United ditahan Glasgow Ranger di Liga Champions, 15 September silam. Pemain sayap asal Ekuador ini hingga kini masih menjalani proses recovery dengan dokter spesialis. Tanpa Valencia, kekuatan United terutama di sisi sayap diprediksi banyak kalangan bakal kurang greget. Namun, anggapan tersebut tampaknya bakal terpatahkan dengan penampilan ciamik yang dijanjikan Obertan. Winger muda asal Prancis ini memang diprediksi bakal mendapat kepercayaan Si Alex Ferguson mengisi pos yang ditinggalkan Valencia. Indikasinya, adalah saat Fergie menurunkannya saat Setan Merah menang telak 5-2 atas Scunthorpe United di Carling Cup, tengah pekan lalu. Kebetulan, Obertan tampil cukup apik dalam laga tersbut. Meski tak mencetak gol, namun pergerakan winger yang diboyong dari Bordeaux 2009 ini cukup membuat Fergie terkesan. Winger 21 tahun ini pun kabarnya akan diberi kesempatan unjuk kebolehan saat United bertndang ke markas Bolton Wanderers pada lanjutan Premier League, Minggu (26/9/2010) besok. Diprediksi bakal mendapat kesempatan tentu menjadi berkah tersendiri bagi Obertan. Meski sedih dengan cedera yang menimpa Valencia, namun winger yang tercatat sebagai anggota skuad timnas Prancis U-21 ini berjanji akan menunjukkan kemampuan terbaiknya bila diberi kesempatan. “Saya sedih atas cedera yang menimpa Valencia, kami di sini semua akan selalu mendukungya. Bagaimanapun, situasi ini tentunya memberikan kesempatan pemain yang bermain di posisi sama sepertinya untuk masuk skuad inti. Saya harap, saya akan mendapat kesempatan tersebut. Jika mendapat kesempatan, saya akan mengeluarkan segenap kemampuan terbaikku,” tuturnya seperti dikutip United.no, Sabtu (25/9/2010). “Situasi memang bisa dengan cepat berubah, contohnya seperti sekarang. Saya senang, bisa kembali mendapat kepercayaan bermain dan harapan terbesar saya adalah mendapatkan yang terbaik di sini, di Manchester United,” tambahnya. Dalam kesempatan ini, Obertan juga membeberkan perasaannya bisa berlatih bersama dengan United yang dihuni banyak pemain top dunia, yang tentunya memiliki pengalaman luar biasa di berbagai ajang. “Berlatih dengan pemain seperti Ryan Giggs, Scholes dan sejumlah superstar lain yang ada dalam skuad, banyak membantu saya mengembangkan permainan. Kini, saya harus fokus untuk terus berkembang dan berusaha lebih baik lagi dan mendapat pengalaman sebanyak mungkin bermain di tim inti,” tandasnya. (acf)

Sambutan Buat Owen Hargreaves

Selasa, 28 September 2010 - 10:40 wib
F: Owen Hargreaves saat berlatih (daylife)
MANCHESTER – Pemain yang akrab dengan cedera Owen Hargreaves, sudah kembali berlatih penuh dengan skuad Manchester United. Gelandang Darren Fletcher menyambut kehadiran Hargreaves dan siap bersaing merebut posisi utama.
Hargreaves baru saja pulih dari cedera lutut parah yang dialaminya sejak lama. Kendati sudah absen merumput selama dua tahun, public Old Trafford meyakini Hargreaves masih bisa menembus barisan inti Setan Merah. Setidaknya, keyakinan itu dihembuskan oleh rekan setimnya Darren Fletcher. Pemain asal Skotlandia ini bersemangat menyambut kembali kehadiran pemain yang diboyong dari Bayern Munich tersebut, di pusat latihan United, Carrington. "Sangat bagus Hargreaves kembali bergabung dengan tim. Saya harap kondisinya tetap pulih karena dia bisa menjadi pemain penting. Tidak ada kekhawatiran tentang siapa yang akan dipilih sebagai pemain utama, karena semua untuk kebaikan tim ini,” jelas Fletcher seperti dilansir situs resmi United, Selasa (28/9/2010). "Kembali berlatihnya Hargreaves membuat semua pemain dan staf pelatih terkejut. Dia terlihat fit dan sudah tidak ada masalah lagi dengan cederanya. Saya harap dia bisa fit seterusnya," lanjut Fletcher. Hargeraves dibeli United dengan banderol 17 juta poundsterling, pada musim 2007. Selama tiga musim di Old Trafford, pemain 29 tahun ini baru tampil dalam 26 pertandingan dan mencetak dua gol. (zwr)
Budi-Marcio Adu Tajam
 
2809SFC.jpg
Sripo/Ist
Ilustrasi.
Sriwijaya Post - Selasa, 28 September 2010 09:14 WIB
PALEMBANG, SRIPO — Sempat mengalami masa suram bersama Persib Bandung musim 2009/2010, Budi Sudarsono kini menemukan ketajamannya bersama Sriwijaya FC. Dalam gemblengan pelatih Ivan Kolev, dia sudah mengoleksi 5 gol dan 2 asist dalam pertandingan resmi sekaligus mempersembahkan dua gelar juara pramusim untuk Laskar Wong Kito.
 Termasuk satu gol ke gawang Arema FC saat SFC sebagai juara Piala Indonesia mengalahkan juara ISL itu dengan skor 3-1 dalam perebutan Community Shield di Kanjuruhan Malang, Sabtu (25/9).
Begitul si Ular Piton, julukannya karena kemahirannya meliuk-liuk mengocek bola dan mengecoh lawan, jika diberikan kepercayaan. Dia bermain ngotot, tetap berlari sepanjang waktu, dan tidak menyia-nyiakan peluang. Temperamental adalah sisi lain yang ikut memberi warna penampilan Budi.
 Ketajaman Budigol kembali akan diuji saat timnya menghadapi laga perdana ISL menghadapi Deltras di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (29/9). Budi akan beradu tajam dengan striker tempramental tuan rumah, Marcio Souza yang baru bergabung bersama The Lobster. Marcio kembali mencoba peruntungnya dan ingin membuktikan bahwa dirinya merupakan predator haus gol di Liga Indonesia, usai kasus pemukulannya terhadap wasit, sehingga membuatnya dihukum tidak bermain di Liga Indonesia musim 2009/2010.
 Pemain asal Brazil ini bisa meredupkan sinar Budi Sudarsono yang pernah menjadi ikon Deltras. Maklum, satu musim Budi yang bermain 32 kali untuk klub asal Sidoarjo itu, mencetak 19 gol musim 2001-2002. Budi pun mengakui mengalami masa luar biasa di Deltras.
 “Tetapi saya kini bermain untuk SFC. Tentu saja saya akan reuni, meski tidak ada lagi pemain yang bertahan, pelatihnya juga baru, namun Deltras tetap memberi kesan,” ungkap Budi, Senin (27/9).
Usai mengalahkan Arema Malang di Community Shield, Ivan Kolev fokus mempelajari rekaman tanding Deltras. “Kolev meminta video pertandingan Deltras untuk didalami. Dia memang tidak ada istirahat dan kini mempersiapkan formasi ideal di laga ISL,” jelas Direktur Teknik dan SDM SFC, Hendri Zainudin.
 Pemain sudah berada di Surabaya dan menginap di Graha Residen. Ferry Rotinsulu dkk melanjutkan latihan persiapan pagi dan sore di Surabaya. Menurut Hendri yang kini ditunjuk menjadi General Manajer, para pemain fokus menghadapi laga pembuka lawan Deltras, tim promosi yang sangat berpengalaman di Indonesia.
 Bahkan Laskar Wong Kito pun sudah bertemu sebanyak 4 kali selama mentas di Ligina. Secara head to head, SFC sedikit unggul dengan rekor 2 kali menang, satu kali imbang, dan 1 kali kalah. Bahkan dalam pertemuan terakhir SFC mampu menahan imbang Deltras 1-1 pada 21 September 2008 silam.
“Namun SFC harus waspada, sebab tim ini memiliki materi layaknya tim kuat. Mereka punya Danilo Pernando, Bejo dan sederet nama beken lainnya,” kata Hendri.
 Pelatih Ivan Kolev mengatakan anak asuhnya kini dalam kondisi onfire, namun mantan pelatih Persija Jakarta ini meminta Gumbs cs jangan terlalu over confedent atau jumawa. Kolev meminta anak asuhnya segera berkonsentrasi dan melupakan kemenangan lawan Arema karena lawan yang dihadapi adalah tim tangguh Deltras dengan sederet pemain berkualitas.
 “Deltras adalah tuan rumah dan mereka memiliki motivasi tinggai serta pemainnya yang berkualitas,” urai Kolev. (ndr)
Palembang Kebagian 19 Cabang SEA Games 2011
 
STADION.JPG
SRIPO/SYAHRUL HIDAYAT
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, salah satu venues yang akan digunakan pada SEA Games XXVI 2011, November 2011 mendatang.
Sriwijaya Post - Senin, 27 September 2010 18:45 WIB
JAKARTA  - Sebanyak  22 cabang olahraga SEA Games XXVI 2011 akan dihelat di Jakarta, sementara 19 lainnya di Palembang.
Hasil SEA Games Sports and Rules Commitee Meeting di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2010) yang dihadiri oleh 11 NOC pers se- Asia Tenggara menyebutkan pambagian pelaksanaan cabang olahraga antara dua kota tuan rumah, Palembang dan DKI Jakarta. Sebanyak  22 cabang olahraga rencananya akan dihelat di Jakarta. Sementara 19 lainnya di Palembang.
Cabor yang di Jakarta meliputi panahan, bulutangkis, bola basket, boling, canoing, balap sepeda, equestrian, anggar, sepakbola dan futsal, judo, karate, rowing, layar, taekwondo, tenis meja, wushu, kempo, pencak silat, perahu naga, paragliding serta vovinam.
Sementara Palembang akan menjadi tuan rumah bagi cabor baseball, biliar dan snooker, tinju, sepakbola, senam, sepak takraw, menembak, softball, tenis dan soft tenis, voli indoor, voli pantai, angkat besi, gulat, catur, fin swimming, petaque, ski air, bridge, sepatu roda dan panjat tebing.
Menurut Wakil Ketua Umum KOI, Indra Kartasasmita pembagian cabor tersebut berdasarkan pertimbangan terbatasnya jumlah venue dan sarana olahraga lainnya. "Kami membagi menjadi dua kota karena jumlah venue terbatas," sebut Indra.
Khusus untuk cabor sepakbola, sistem kompetisi akan diibagi menjadi dua pool. Pool pertama akan bermain di Stadion Jakabaring, Palembang. Sementara pool lainnya bertanding di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Ajang SEA Games XXVI ini akan resmi dibuka lewat opening ceremony di Palembang, 11 November 2011 mendatang.
Indonesia sendiri sebelumnya telah tiga kali menjadi tuan rumah dalam perhelatan olahraga bergengsi Se-Asia Tenggara ini, yakni pada tahun 1979,1987 dan 1997.
Persib Cuma Bisa Turunkan 3 Pemain Asing
Satu pemain asal Singapura, Mohammad Shahril bin Ishak, terantuk masalah administrasi.
Selasa, 28 September 2010, 03:13 WIB
Zika Zakiya

Pemain Persib Christian "El Loco" Gonzales (ANTARA/Andika Wahyu)

VIVAnews - Persib Bandung akan bertandang ke kandang Persela Lamongan di laga perdana Indonesia Super League (ISL) 2010-11, Selasa 28 September 2010. Namun, pertandingan belum dimulai, Persib sudah mengalami kendala internal. 

Hanya tiga dari kuota lima pemain asing yang bisa diturunkan di laga melawan Persela di Stadion Surajaya, Lamongan. Tim Maung Bandung sendiri memiliki empat pemain asing.
Ketiga pemain yang boleh diturunkan yakni Pablo Frances (Argentina), Christian "El Loco" Gonzales (Uruguay), dan Baihakki Khaizan (Singapura). Sedangkan satu pemain lagi asal Singapura, Mohammad Shahril bin Ishak, belum bisa tampil karena kendala administrasi.
"Shahril Ishak belum bisa tampil karena belum melengkapi syarat administasi. Sedangkan tiga pemain lainnya sudah bisa tampil,” kata Asisten Pelatih Persib, Robby Darwis, dikutip dari situs resmi BLI, Senin 27 September 2010.

Selain masalah pemain asing, tim Maung Bandung juga bermasalah dengan kondisi Eka Ramdani dan Rachmat Afandi. Keduanya belum pulih betul dari sakit yang diderita di pra musim 2010-11.

"Kami masih lihat kondisinya hingga besok pagi. Kalau cukup fit, keduanya akan diturunkan. Kalau tidak, tentu tidak akan dipaksakan," kata Robby.

Kendala pemain menjadi masalah baru bagi Persib. Sebelumnya tim yang juga dikenal dengan julukan Pangeran Biru ini bermasalah dengan lowongnya posisi pelatih setelah Darko-Daniel Janackovic disingkirkan.

Sebagai ganti, terpilihlan asisten Darko, Jovo Cuckovic. Pelatih baru ini dikatakan pasukan Maung Bandung memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan Darko. (irv)
• VIVAnews
Nurdin Halid: Barcelona Saja Bisa Kalah
Hal ini diungkapkan oleh ketua umum PSSI menanggapi kegagalan timnas U-16.
Selasa, 28 September 2010, 06:15 WIB
Irvan Beka, Haryanto Tri Wibowo

Nurdin Halid (VIVAnews/Marco Tampubolon)

VIVAnews - Ketua PSSI Nurdin Halid tidak khawatir dengan kegagalan tim nasional Indonesia U-16 yang menjadi juru kunci pada Piala AFF U-16 setelah dikalahkan Timor Leste 0-2.

Timnas U-16 menjadi bulan-bulanan pada turnamen yang berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pekan lalu. Dari empat pertandingan, anak asuh Mundari Karya ini hanya sekali menang melawan Timor Leste di laga pertama. Sisanya Indonesia dikalahkan Vietnam 0-1, China 1-3 dan Timor Leste 0-2 pada perebutan posisi tiga-empat.

Menanggapi kegagalan ini, Nurdin tidak khawatir dengan hasil buruk tersebut. Nurdin menilai persiapan tim Timor Leste lebih bagus karena sudah menggelar latihan sejak enam tahun lalu.

"Timor Leste itu sudah enam tahun tidak berpisah. Empat tahun di Korea. Jangan lihat kekalahan kita atas negara yang baru saja merdeka. Kalau memang bersikeras membandingkan, lihat saja juara Liga Spanyol Barcelona yang kalah atas Hercules di kandang sendiri," ujar  Nurdin di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin 27 September 2010.

"Menang kalah di sepak bola itu hal biasa. Buktinya, Indonesia mengalahkan Timor Leste waktu penyisihan. Timor Leste juga mengalahkan Vietnam yang sekarang berstatus Juara Piala AFF 2010 saat penyisihan. Bukan berarti PSSI tidak melakukan evaluasi. Saya sudah mengevaluasinya langsung di Solo saat kalah dari China."

Nurdin kemudian meminta pelatih Mundari Karya dan Ketua BPPUM Rahim Soekasah untuk melakukan pembenahan fisik minimal 20 hari sebelum keberangkatan ke ajang Piala Asia U-16 2010 di Uzbekistan, akhir Oktober 2010.

"Skill pemain tidak jauh beda. Tapi, harus ada terobosan dalam strategi,  teknik dan taktik. Kondisi fisik juga harus lebih baik lagi minimal 20 hari sebelum keberangkatan ke Uzbekistan. Motivasi juang juga harus dibenahi," kilah Nurdin.
• VIVAnews

Khairul Amri Bela Persiba Saat Hadapi Pelita Jaya

Selasa, 28 September 2010 - 04:11 wib

Amir Sarifudin - Okezone
BALIKPAPAN - Manajemen Persiba Balikpapan akhirnya bisa mengisi kekosongan striker dari kawasan Asia. Striker Timnas Singapura Khairul Amri resmi menjadi milik Persiba Balikpapan untuk musim kompetisi ISL 2010-2011. Khairul Amri lolos kesehatan setelah dilakukan pengecekan MRI yang dilakukan pada Jumat (24/9/2010) sore lalu, di RS Medistra Jakarta. Khairul Amri langsung meneken kontrak dengan manajemen Persiba di Hotel Manhattan Kuningan, sekira pukul 22.00
Khairul diharapkan sudah bisa memperkuat pada laga kandang perdana saat menghadapi Pelita Jaya, 6 Oktober mendatang. "Sebelum laga kandang lawan Pelita Jaya di Balikpapan, Amri sudah bergabung dengan tim sehingga mudah-mudahan sudah bisa turun juga di pertandingan tersebut," kata manajer Persiba Jamal Al Rasyid, saat dihubungi, Selasa (28/9/2010). Berdasarkan hasil pemeriksaan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), diketahui kondisi tubuhnya sangat baik dan prima. Amri sedang tidak mengalami cedera atau gangguan kesehatan lainnya. "Hasil medical check up sangat bagus. Kondisi Amri sangat prima," kata Jamal. Mengenai nilai kontrak, seperti sudah diungkapkan Ketua Umum Persiba Syahril M Taher, Khairul Amri dibanderol Rp900 juta. Dengan demikian, kini skuad Persiba sudah komplet dengan lima pemain asing sesuai yang digariskan manual Liga Indonesia. Amri mengisi posisi pemain asing asal Asia bersama Kim Yong Hee. Sementara ini Amri kembali ke Singapura dahulu untuk menyelesaikan urusan administrasi dengan klubnya, Tampines Rovers. (van)

Senin, 27 September 2010

Senin, 27 September 2010 - 11:25 wib
Raka Zaipul - Koran SI

Foto: Aksi Atep pada sesi latihan Persib/Koran SI
SIDOARJO - Persib Bandung musim ini jauh lebih kuat dari Persib musim lalu. Itulah pandangan dari winger kiri Persib, Atep. Menurutnya, setiap lini musim ini berimbang, termasuk kualitas pemain inti dan pelapis. "Saya merasakan kekuatan Persib musim ini lebih kuat. Setiap lini kali ini berimbang, tim inti dan pelapis sama bagusnya dan luar biasa," ujar Atep, Senin (27/9/2010). Dengan kualitas yang ada, pilar timnas ini optimistis bisa meraih hasil sempurna pada laga perdana kontra Persela Lamongan, Selasa (28/9/2010) besok. Apalagi, dirinya tidak khawatir dengan komposisi yang ada. "Musim lalu, tidak ada pelapis posisi sayap. Sekarang semuanya komplit dan kualitasnya tak jauh berbeda. Jadi kalau pemain inti ada yang absen tidak akan mengurangi kekuatan Persib," kata Atep. Sementara itu, disinggung mengenai target juara, Atep mengaku sangat yakin jalan menuju tangga juara akan jauh lebih mudah. "Kalau lihat kekuatan sekarang, saya yakin kita bisa mencapai hasil maksimal di Liga Indonesia, apalagi lini tengah jadi semakin bagus dengan bergabungnya Shahril Ishak," kata Atep. (acf)

Miro: Tak Perlu Panik, Arema!

Senin, 27 September 2010 - 11:29 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
Foto: Pelatih Arema Miroslav Janu (merah) saat memimpin sesi latihan/Koran SI
MALANG - Pelatih Arema FC Miroslav Janu seakan memahami kegusaran Aremania, supporter fanatik Arema FC. Setelah dihabisi Sriwijaya FC (SFC) 1-3 di laga Community Shield, muncul keraguan terkait sepak terjang sang Singa musim ini. Aremania khawatir timnya mengalami anti klimaks setelah musim lalu menjadi penguasa Djarum Indonesia Super League (DISL). Kekalahan sebenarnya dianggap lumrah. Namun dengan skor 1-3 di depan Aremania, kekalahan menjadi dipandang tidak wajar. “Kekhawatiran kami, pemain mengalami anti klimaks setelah musim lalu menjadi juara. Sehingga tidak ada tantangan lagi bagi pemain di kompetisi,” ujar Aremania Kampus Universitas Merdeka Malang Panca Putera. Dalam pandangannya, pertandingan di Community Shield bisa dikata salah satu penampilan terburuk Arema di kandang. Dirinya khawatir penampilan itu bakal merembet ke kompetisi yang digelar dua hari lagi. Apalagi Singo Edan bakal mengawali DISL 2010-2011 di tanah Borneo, yakni menghadapi tuan rumah Persisam Samarinda dan Bontang FC. Menyikapi kekhawatiran itu, pelatih Miroslav Janu menanggapi dengan tenang. Kendati mengakui permainan Arema sangat buruk sehingga pantas dikalahkan SFC, pihaknya memilih tidak panik. Pelatih asal Republik Ceska ini berjanji bakal menyajikan perbaikan di tim. “Saya juga tidak puas dengan permainan tim yang masih labil. Melawan Persija kita tampil bagus. Tapi kemudian permainan turun drastis saat menghadapi Sriwijaya FC. Kita hanya butuh stabil di tiap pertandingan,” kata Miroslav Janu. Dia juga mengakui hilangnya Esteban Guillen dari lapangan tengah sangat berpengaruh. Pemain asal Uruguay itulah yang berkontribusi besar pada kemenangan atas Persija di laga ujicoba. Pengganti Esteban yang diperankan Roman Chmelo dan Rony Firmansyah gagal total. Miro juga berkilah laga tersebut bukan ukuran kualitas Arema FC di kompetisi. Bagaimana pun, diingatkannya, “Kompetisi bahkan belum mulai. Perjalanan masih panjang. Kita masih bisa lebih bagus di kompetisi nanti. Atau mungkin penampilan Sriwijaya FC yang sekarang bagus, bisa saja menurun di kompetisi. Semua masih bisa terjadi.” Striker anyar Yongki Ariwibowo yang diharapkan bisa memecah kebuntuan, ternyata juga masih nervous di Stadion Kanjuruhan. Dua pelaung emas yang dimilikinya terbuang percuma. Padahal striker ini disiapkan menjadi alternatif selain Noh Alam Syah dan Roman Chmelo. Terpenting, Miro menuntut sektor pertahanan untuk memperbaiki koordinasi. Kuartet Pierre Njanka, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi serta Zulkifli, nampak linglung menghadang kecepatan dan kerjasama Budi Sudarsono, Keith Kayamba serta Okto Maniani. (acf)

Neville Nilai Cibiran kepada Bebe Tidak Adil

Senin, 27 September 2010 - 01:10 wib

Fitra Iskandar - Okezone
Bebe.(foto:daylife)
MANCHESTER – Bebe boleh dibilang pembelian Manchester United yang terheboh di masa transfer musim panas lalu. Manchester United dianggap membeli kucing dalam karung, saat membawanya dari Portugal. Winger bernama lengkap Tiago Manuel Dias Correia ini dibeli United dari klub Portugal Vitoria Guimaraes. United kabarnya merogoh kocek sekira 7,4 juta pounds untuk melepaskan kontrak Bebe yang baru lima pekan dengan Guimaraes dari klub divisi tiga liga Portugal Estrela Amadora. Media Inggris mencibir pembelian ini. Bebe sebenarnya hanya berbanderol 125 ribu pound, sehingga United dianggap ‘tertipu’ merogoh kocek terlalu dalam. Bahkan Bebe disebut-sebut sempat ditolak klub di PSV Eindhoven saat ditawarkan dengan free transfer. Media boleh meragukan Bebe, namun bek United Gary Neville punya pandangan lain. Dia mengaku senang melihat penampilan Bebe saat melakoni debutnya di United ketika melawan Scunthorpe United di ajang Piala Carling. Di kolomnya di Sunday Times fo Malta, Neville menulis,”Saya senang melihat pertandingan perdana Bebe.Banyak yang bicara tentangnya dan saya tidak tahu mengapa. Manchester United banyak mengontrak pemain muda beberapa tahun terakhir ini, seperti Manucho, Mame Diouf, Federico Macheda, Giuseppe Rossi, Cristiano Ronaldo, Da Silva dan Chris Smalling, jadi saya tidak mengerti kehebohan tentang Bebe. Ini tidak adil buatnya.” Neville memuji Bebe sebagai pemain bertalenta, dan memiliki potensi menjadi bintang di United.” Dia punya bakat alami, dua kaki yang bekerja bagus dan sangat cepat. Dia juga pemain yang selalu belajar,” puji Neville. (fit)

Hodgson: Pemain Liverpool Tertekan

Senin, 27 September 2010 - 01:18 wib
Fitra Iskandar - Okezone
Roy Hodgson berdasi merah.(foto:Reuters)
LIVERPOOL – Liverpool kembali menuai hasil di luar harapan. Bermain dengan Sunderland yang notabene di bawah level The Reds, Torres dkk hanya bermain imbang 2-2. Tak pelak hasil ini membuat Roy Hodgson begitu kecewa. Kemenangan tidak bisa dihadirkan karena skuadnya tidak mampu mengkonversi sejumlah kesempatan menjadi gol. “Kami kehilangan beberapa kesempatan terbaik di akhir, tapi para pemain juga bermain tertekan,” ujar Roy Hodgson, seperti dikutip Imscouting, Minggu (26/9/2010). Harapan besar yang menumpuk pada para pemain membuat skuad The Reds kesulitan bermain lepas, dan bekerja sama dengan baik di lapangan. Pekerjaan rumah ini harus segera diselesaikan Roy Hodgson, mengingat mereka baru bermain enam pertandingan. “Saya melihat ada tanda-tanda positif proses penyatuan mereka berjalan lancar. Kami baru bermain enam pertandingan dari total 38 pertandingan yang harus dimainkan. Banyak pertarungan di antara pertandingan ke 30 dan 38 yang bakal menentukan,” ujar pelatih 64 tahun ini. Mantan pelatih Fulham ini berkilah bahwa meski The Reds hanya bermain imbang. Performa Torres dkk sudah jauh lebih baik dari pertandingan sebelumnya. “Ini lebih baik daripada saat kami mengalahkan West Brom (1-0).Tapi kami mendapat tiga poin di pertandingan itu dan hal itu menutupi sejumlah kekurangan,” jelas Roy Hodgson. “Kadang kala sebagai pelatih anda harus waspada dengan hasil yang bisa menyembunyikan kelemahan. Dan hasil yang buruk bisa memunculkan pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dikemukakan. Kami harus bekerja dan melakukannya secara bersama-sama. Jika kami melakukannya semakin baik, maka tim yang lebih baik akan segera terlihat,” ujarnya yakin. “Bagi saya, jelas. Roma tidak dibangun dalam satu hari. Kami harus terus bekerja menghadapi pertandingan-pertandingan selanjutnya,” tutup dia.

Hujan Tunda Duel Semen Padang-Persipura

Minggu, 26 September 2010 - 17:37 wib
Defanie Arianti - Okezone

Foto: ist
PADANG - Derasnya guyuran hujan memaksa pihak ofisial menunda pertarungan tuan rumah Semen Padang kontra Persipura Jayapura pada laga pembuka Indonesia Super League (ISL) 2010/2011, Minggu (26/9/2010). Hujan memang sudah mengiringi duel antara Kabau Sirah dan Mutiara Hitam sejak babak pertama. Namun, kondisi cuaca yang semakin memburuk di babak kedua membuat lapangan Stadion Agus Salim tergenang air dan menyulitkan para pemain. Alhasil, wasit Oki Dwi Hadi menghentikan laga di menit 67 untuk berkonsultasi dengan pengawas pertandingan, M. Syarif. Berdasarkan hasil diskusi, akhirnya pihak ofisial setuju menunda laga hingga 30 menit untuk melihat apakah lapangan sudah bisa digunakan kembali. Jika belum, mereka akan kembali menunggu selama 30 menit guna memastikan laga diselesaikan hari ini. Namun, jika kondisi memang tidak memungkinkan, pertandingan terpaksa ditunda hingga esok hari. Saat laga dihentikan, kedudukan sementara kedua tim adalah 1-1. Edward Junior Wilson membuka keunggulan untuk tuan rumah ketika laga baru berjalan tujuh menit. Sempat beberapa kali mengancam gawang Ferdiansyah, anak-anak asuh Nilmaizar akhirnya dikejutkan dengan gol balasan Persipura melalui Boaz Salossa di menit 20, setelah memaksimalkan kerjasama satu-dua bersama Ahmad "Poci" Rivai. (van)

Sriwijaya FC Juarai Community Shield

Minggu, 26 September 2010 - 00:01 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
Pemain Sriwijaya FC/ Foto: Koran SI
MALANG - Sriwijaya FC tampil nyaris sempurna di Community Shield atau laga pembuka kompetisi. Menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan tadi malam, Laskar Wong Kito mencatat kemenangan meyakinkan 1-3 (1-2). Budi Sudarsono dan Keith Kayamba menjadi momok bagi Singo Edan Arema berkat golnya pada menit '27 dan '43. Claudiano melengkapi derita juara Liga Super Indonesia (LSI) 2009-2010 di babak kedua. Arema hanya mampu mengoyak jala Sriwijaya FC melalui pinalti kontroversial yang dilesakkan Pierre Njanka menit '34. Sriwijaya FC yang dibesut Ivan Kolev boleh dibilang menang segalanya. Mental, taktik dan kecerdasan, semua menjad milik Keith Kayamba dkk. "Pemain tampil bagus malam ini. Mengalahkan Arema di kandangnya merupakan sesuatu yang luar biasa. Saya berharap permainan seperti ini berlanjut di kompetisi. Yang pasti hadiah juara khusus untukPonaryo Astaman yang ulang tahun," ujar Ivan Kolev tersenyum. Ketenangan dan konsentrasi pemain di lapangan menurutnya menjadi kunci suksesnya strategi. Diakui pelatih asal Bulgaria, Arema bermain di bawah form walau mendapat dukungan total supporternya di Kanjuruhan. Sementara, pelatih Arema Miroslav Janu mengakui timnya kalah di lapangan. Selain kondisi fisik yang lemah, buruknya koordinasi lini belakang memperburuk permainan. "Pemain terlalu banyak bermain bola atas. Pertahanan juga buruk. Sedangkan Sriwijaya bermain bagus dan memberi contoh yang bagus bagi pemain Arema," kata Miro. (msy)

Gilas Arema, SFC Juara Community Shield

Community Shield 2010
Gilas Arema, SFC Juara Community Shield
Sebelumnya SFC meraih gelar Inter Island Cup.
Sabtu, 25 September 2010, 22:41 WIB
Haryanto Tri Wibowo
Sriwijaya FC (GOSport/Rasyid Irfandi)

VIVAnews - Sriwijaya FC (SFC) meraih gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield 2010 usai mengalahkan Arema FC 1-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu 25 September 2010.

SFC semakin membuktikan mereka sebagai salah satu favorit juara Liga Super Indonesia (ISL) musim ini. Setelah menjuarai Inter Island Cup beberapa waktu lalu, tim Laskar Wong Kito ini merebut gelar keduanya dengan menjuarai Community Shield.

Meski hanya bertajuk sebagai laga eksebisi pembuka ISL musim ini, baik Arema dan SFC tetap mengeluarkan kemampuan terbaiknya di laga ini. Permainan terbuka dan keras ditunjukkan kedua tim.

Beberapa peluang tercipta di awal babak pertama, namun puluhan ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan terkejut ketika Budi Sudarsono membobol gawang Arema pada menit ke-28 usai melakukan kerjasama cantik satu-dua dengan Park Jung-Hwan.

Namun, delapan menit kemudian Arema sukses menyamakan kedudukan melalui penalti yang dilesakkan Pierre Njanka. Penalti diberikan setelah kiper SFC Ferry Rotinsulu dianggap melakukan pelanggaran terhadap striker Noh Alam Shah.

SFC kembali unggul setelah Keith Kayamba membobol gawang Kurnia Meiga pada menit ke-45. Berawal dari kesalahan Njanka dalam penguasaan bola, Budi sukses merebutnya dan kemudian melepaskan umpan silang ke Kayamba yang dengan tenang membobol gawang Meiga.

Di babak kedua permainan terbuka masih terjadi dan banyak peluang yang diciptakan kedua tim. Namun, kembali SFC yang mampu memaksimalkan kesempatan yang didapat.

Melalui tendangan bebas akurat pemain asing asal Brasil, Claudiano, SFC sukses mencetak gol ketiganya pada pertandingan ini pada menit ke-60. Tendangan bebas ke pojok kiri gawang Arema tidak mampu dihentikan Meiga.

Pelatih Arema Miroslav Janu berusaha mengejar ketinggalan dengan memasukkan Mushafry dan Juan Revi, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhir pertandingan keunggulan 1-3 SFC tetap bertahan.

Susunan Pemain

Arema: Meiga; Zulkifli, Njanka, Purwaka Yudhi (Leonard, 85'), Benny Wahyudi; Bustomi, Roni (Yongki Aribowo, 42'), Chmelo; Ridhuan (Mushafry, 75'), Dendy, Alam Shah (Juan Revi, 82').

Sriwijaya: Ferry Rotinsulu; Supardi, Claudiano, Ahmad Juprianto, M Ridwan; Ponaryo, Firman Utina (Mahardiga, 72'), Oktavianus (Mahyadi, 74'); Park Jung-Hwan, Keith Kayamba (Bobby Satria, 89'), Budi Sudarsono.
• VIVAnews

Sriwijaya Juara Community Shield

Community Shield Indonesia 2010 
 Dimas Ramadani
25/09/2010 23:52
Liputan6.com, Malang: Sriwijaya FC memetik modal berharga sebelum memulai Indonesia Super League 2010-11. Laskar Wong Kito menjuarai Community Shield 2010 seusai mengalahkan juara ISL musim lalu Arema FC dengan skor 3-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/9).

Ini merupakan gelar kedua pra-musim bagi Sriwijaya setelah sebelumnya menjuarai turnamen pemanasan Inter Island Cup. Meski sekadar pertandingan eksebisi kedua kesebelasan tidak mau kalah. Permainan berlangsung terbuka menjurus keras.

Aremania dikejutkan gol Budi Sudarsono pada menit ke-28 buah dari kerjasama apik dengan Park Jung-Hwan. Keunggulan itu hanya bertahan sampai menit ke-36. Arema menyamakan kedudukan lewat penalti Pierre Njanka setelah Noh Alam Shah dilanggar kiper Sriwijaya Ferry Rotinsulu.

Menjelang babak pertama usai Sriwijwaya memimpin kembali. Kesalahan Njanka dimanfaatkan Budi yang memberi umpan untuk dikonversi menjadi gol oleh Keith Kayamba Gumbs. Di paruh kedua Sriwijaya kembali mampu menunjukkan permainan lebih efektif.

Tendangan bebas Claudiano yang terarah ke pojok gawang memaksa kiper Arema Kurni Mega memungut bola dari gawang untuk kedua kalinya. Meski Arema juga memiliki peluang namun tidak ada gol tambahan dari Singo Edan. Skor akhir 3-1 untuk Sriwijaya.(DIM)

Sabtu, 25 September 2010

Sriwijaya Cukur Persib Enam Gol


Sriwijaya Cukur Persib Enam Gol  

Yanuar Ichrom
02/09/2010 05:41


Liputan6.com, Palembang: Meski kalah di pertandingan pertama Sriwijaya FC Palembang melaju ke babak final Piala Antar Pulau atau Inter Island Cup, Rabu (1/9). Laskar Wong Kito sukses menghancurkan Persib Bandung dengan skor 6-0. Budi Sudarsono yang baru bergabung dengan Sriwijaya musim ini mencetak hattrick.

Laskar Wong Kito unggul cepat di menit 11 lewat Budi Sudarsono yang memanfaatkan tendangan bebas. Gol kedua berselang satu menit, pemain berjuluk si ular piton itu mencetak gol kedua melalui tendangan bebas. Budi melengkapi gol ketiga di menit 23. Sementara gol keempat Sriwijaya menutup babak pertama setelah pemain Korea Selatan membobol gawang Persib.

Sriwijaya tak mengendurkan serangan di babak kedua. Hasilnya Sriwijaya menambah dua gol tambahan lewat kaki Octavianus Maniani di menit 58 dan 71.

Pada babak final Sriwijaya bertemu Persiwa Wamena, 5 September mendatang.(AIS)