Deltras Terkendala Masalah Stamina
Selasa, 28 September 2010 - 16:57 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
SIDOARJO - Deltras Sidoarjo menghadapi tantangan serius di awal Djarum Indonesia Super League (DISL) 2010-2011. Tim putih-merah bakal disambangi juara Piala Indonesia (PI) 2010 Sriwijaya FC yang baru saja merengkuh gelar Community Shield 2010.
Secara teknis, hampir tak bisa membandingan kekuatan keduanya. Kendati Deltras berstatus sebagai pemilik kandang, tapi kekuatan milik Sriwijaya FC jauh lebih mengkilap. Tak heran jika tuan rumah membutuhkan lebih dari bermain bagus dan keberuntungan untuk memenangi laga.
Pelatih Deltras Mustaqim dengan lugas mengakui kekuatan timnya jauh di bawah Laskar Wong Kito. Tapi dirinya masih percaya ada sisa peluang yang bisa menjadikan Deltras unggul. Pelatih yang berduet dengan Nus Yadera terus membakar semangat bertanding Danilo Fernando dkk.
“Pertandingan ini penting untuk langkah Deltras selanjutnya. Ini harus dipahami benar oleh pemain. Jadi minimal harus mendapat poin,” kata Mustaqim. Sayang semangat yang tinggi masih dibarengi dengan kekuatan yang meragukan.
Utamanya benteng pertahanan. Diprediksi daerah inilah yang menjadi penentu skor pada laga di Gelora Delta sore nanti. Stamina pemain belakang Deltras sudah jauh menurun karena faktor usia. Empat pemain utama, yakni Bejo Sugiantoro, Anang Ma’ruf, maupun Zaenuri berstatus old crack.
Dengan usia di atas 33 tahun, dikhawatirkan mereka kerepotan menghadapi kecepatan pasukan milik Ivan Kolev. Keith Kayamba, Firman Utina, Okto Maniani dan Budi Sudarsono adalah sosok yang memadukan kecepatan dengan kemampuan dribble.
“Stamina dan kecepatan mungkin kalah. Tapi pemain kita memiliki pengalaman dan saya berharap pengalaman itu bisa mengatasi kekurangan yang ada,” lanjut Mustaqim. Rencananya ia bakal menerapkan skema jadul yakni 3-5-2.
Alasan pemakain formasi tersebut, karena cocok dengan karakter pemain. Selain itu juga mengantisipasi serangan balik cepat Sriwijaya FC. Formasi 3-5-2 dalam praktiknya bisa berevolusi ke 5-3-2 dengan turunnya dua wing back. Mustaqim berharap ini efektif dalam posisi tertekan.
Sementara itu, coach Sriwijaya FC Ivan Venkov Kolev tidak mau terlalu percaya diri menghadapi Deltras. Kendati telah menahbiskan diri sebagai yang terbaik di Community Shield, Kolev yakin ada atmosfir berbeda di kompetisi DISL.
Deltras, dituturkannya, tim yang harus diwaspadai walau berstatus promosi. Kolev mengaku sudah memantau permainan Deltras kala bermain di final Piala Gubernur kontra Persela Lamongan. Menganalisa penampilan Danilo Fernando dkk, Kolev yakin Deltras juga bernafsu meraih kemenangan.
“Biasanya sebuah tim akan bekerja keras di kandangnya untuk meraih kemenangan. Saya yakin Deltras juga begitu. Jadi kita tidak boleh merasa menang sebelum bertanding,” ujar pemegang paspor Bulgaria. Soal strategi, Kolev dengan tegas mengatakan masih rahasia.
Namun ia mengangguk saat ditanya apakah strategi yang diterapkan serupa dengan saat menghadapi Arema. Melihat materi pemain yang dimiliki, Kolev bisa leluasa menerapkan strategi, baik 4-4-2, 4-3-3 maupun 4-2-3-1. Jika memakai pola 4-3-3, maka lini depan bisa ditempati trio Budi Sudarsono, Park Jung Hwan dan Keith Kayamba.
Mereka didukung pemain agresif dari lini kedua, seperti Okto Maniani dan Firman Utina, dengan Ponaryo Astaman sebagai gelandang bertahan. Formasi tersebut cenderung ofensif dan Kolev tinggal mengubah posisi satu-dua pemain bila ingin bertransformasi ke skema lain, misalnya ke 4-4-2.
Satu yang menjadi keluhan Kolev adalah kondisi lapangan Gelora Delta yang tak begitu mulus. Selain rumput yang tak terlalu tebal, kondisi lapangan juga tidak rata dan bisa menghambat alur bola. “Lapangan jelek. Semoga tidak menganggu permainan,” ujar Kolev seusai menjajal rumput Gelora Delta Sidoarjo.
Formasi Pemain:
Deltras (3-5-2):
Dedy Sutanto (gk), Bejo Sugiantoro, Zaenuri, Dodo Anang (belakang), Anang Ma’ruf, Danilo Fernando, Park Chan, Ferry A Saragih, Choirul Mashuda (tengah), Christiano Lopez, Marcio Souza (depan).
Sriwijaya FC (4-3-3):
Ferry Rotinsulu (gk), Supardi, Ahmad Juprianto, Claudiano, M Ridwan (belakang), Ponaryo Astaman, Okto Maniani, Firman Utina (tengah), Keith Kayamba, Park Jung Hwan, Budi Sudarsono (depan)
(zwr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar