Kamis, 30 September 2010

Dilema Perasaan Van Der Vaart

Kamis, 30 September 2010 - 06:52 wib
Azwar Ferdian - Okezone

F: Eksekusi penalti Rafael van der Vaart (daylife)

LONDON – Rafael van der Vaart menjadi tokoh protagonis sekaligus antagonis di balik kesuksesan Tottenham Hotspur menekuk FC Twente 4-1, pada laga Grup A, Kamis (30/9/2010), dini hari tadi.

Playmaker asal Belanda itu mencetak satu gol indah, tapi van der Vaart gagal mengeksekusi tendangan penalti di babak pertama dan terakhir harus diusir wasit pada menit 61 karena menerima kartu kuning kedua.

Pemain yang diboyong dari Real Madrid itu memuji kinerja rekan-rekannya yang bisa menahan FC Twente, meskipun minus satu pemain.

“Semua menjadi sulit setelah kartu merah itu. Saya sangat kahwatir dengan hasil pertandingan, tapi rekan-rekan bermain fantastis,” jelas van der Vaart seperti dilansir Sky Sports, Kamis (30/9/2010).

“Kami mampu bertarung hingga akhir laga dan mencetak gol tambahan. Saya sangat bahagia seusai pertandingan,” lanjut van der Vaart.

Van der Vaart mengakui kesalahan eksekusi penalti yang dilakukannya di babak pertama. Untuk itu, dia meminta maaf atas kesalahan itu.

“Penalti itu sangat buruk dan kiper Twente bisa membaca tendangan saya. Saya sangat kecewa,” ujar mantan pemain Hamburg SV ini.

Di babak kedua Spurs kembali mendapat kesempatan dua hadiah penalti dari wasit. Tapi, yang menjadi eksekutor adalah striker asal Rusia, Roman Pavlyuchenko. Van der Vaart tidak mempermasalahkan keputusan ini.

“Pertandingan yang aneh buat saya. Saya gagal penalti, mencetak gol indah dan diusir wasit. Saya belum pernah bermain di laga seperti ini, dan perasaan saya sungguh campur aduk,” tambah Van der Vaart.

Dengan kartu merah yang dterimanya, maka van der Vaart akan absen kala The Lilywhites berkunjung ke markas Inter Milan, San Siro, dua pekan lagi. Inter sendiri baru saja menghancurkan Werder Bremen 4-0.
(zwr)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar