Senin, 27 September 2010

Miro: Tak Perlu Panik, Arema!

Senin, 27 September 2010 - 11:29 wib
Kukuh Setiawan - Koran SI
Foto: Pelatih Arema Miroslav Janu (merah) saat memimpin sesi latihan/Koran SI
MALANG - Pelatih Arema FC Miroslav Janu seakan memahami kegusaran Aremania, supporter fanatik Arema FC. Setelah dihabisi Sriwijaya FC (SFC) 1-3 di laga Community Shield, muncul keraguan terkait sepak terjang sang Singa musim ini. Aremania khawatir timnya mengalami anti klimaks setelah musim lalu menjadi penguasa Djarum Indonesia Super League (DISL). Kekalahan sebenarnya dianggap lumrah. Namun dengan skor 1-3 di depan Aremania, kekalahan menjadi dipandang tidak wajar. “Kekhawatiran kami, pemain mengalami anti klimaks setelah musim lalu menjadi juara. Sehingga tidak ada tantangan lagi bagi pemain di kompetisi,” ujar Aremania Kampus Universitas Merdeka Malang Panca Putera. Dalam pandangannya, pertandingan di Community Shield bisa dikata salah satu penampilan terburuk Arema di kandang. Dirinya khawatir penampilan itu bakal merembet ke kompetisi yang digelar dua hari lagi. Apalagi Singo Edan bakal mengawali DISL 2010-2011 di tanah Borneo, yakni menghadapi tuan rumah Persisam Samarinda dan Bontang FC. Menyikapi kekhawatiran itu, pelatih Miroslav Janu menanggapi dengan tenang. Kendati mengakui permainan Arema sangat buruk sehingga pantas dikalahkan SFC, pihaknya memilih tidak panik. Pelatih asal Republik Ceska ini berjanji bakal menyajikan perbaikan di tim. “Saya juga tidak puas dengan permainan tim yang masih labil. Melawan Persija kita tampil bagus. Tapi kemudian permainan turun drastis saat menghadapi Sriwijaya FC. Kita hanya butuh stabil di tiap pertandingan,” kata Miroslav Janu. Dia juga mengakui hilangnya Esteban Guillen dari lapangan tengah sangat berpengaruh. Pemain asal Uruguay itulah yang berkontribusi besar pada kemenangan atas Persija di laga ujicoba. Pengganti Esteban yang diperankan Roman Chmelo dan Rony Firmansyah gagal total. Miro juga berkilah laga tersebut bukan ukuran kualitas Arema FC di kompetisi. Bagaimana pun, diingatkannya, “Kompetisi bahkan belum mulai. Perjalanan masih panjang. Kita masih bisa lebih bagus di kompetisi nanti. Atau mungkin penampilan Sriwijaya FC yang sekarang bagus, bisa saja menurun di kompetisi. Semua masih bisa terjadi.” Striker anyar Yongki Ariwibowo yang diharapkan bisa memecah kebuntuan, ternyata juga masih nervous di Stadion Kanjuruhan. Dua pelaung emas yang dimilikinya terbuang percuma. Padahal striker ini disiapkan menjadi alternatif selain Noh Alam Syah dan Roman Chmelo. Terpenting, Miro menuntut sektor pertahanan untuk memperbaiki koordinasi. Kuartet Pierre Njanka, Purwaka Yudhi, Benny Wahyudi serta Zulkifli, nampak linglung menghadang kecepatan dan kerjasama Budi Sudarsono, Keith Kayamba serta Okto Maniani. (acf)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar