Sabtu, 25 September 2010

Buah Manis Kerja Keras Berba

  Manchester United Dimas Ramadani
21/09/2010 08:12
Striker Manchester United Dimitar Berbatov merayakan gol pembuka kemenangan 3-0 atas Newcastle United dalam lanjutan Liga Premier di Old Trafford, 16 Agustus 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Dimitar Berbatov (© AFP 2010)

Liputan6.com, Manchester: Dibeli 30 juta pound dari Tottenham Hotspur, Dimitar Berbatov tidak mampu menunjukkan harga tersebut pantas disematkan padanya dalam dua musim penampilannya untuk Manchester United. Sang striker lebih banyak menuai cibiran dan kritikan. Pun, Berbatov mengakui dirinya kecewa dengan performanya.

Kegeraman pertama Berba, sapaan akrabnya, yakni mengecewakan di mata fans. Padahal, menurut penyerang berusia 29 tahun ini, fans merupakan hakim dan memposisikan mereka sebagai pemilik dari MU. Dirinya, hanya tamu yang memiliki kelebihan diistimewakan semata-mata.

Jadi penampilan buruknya dalam bermain akan langsung dihakimi di stadion itu juga. Tapi itu dulu. Sekarang Berbatov menjadi tamu istimewa sebenar-benarnya di Old Trafford. ‘Hak istimewa’ itu akan semakin menjadi-jadi setelah dia melesakkan hat-trick yang menjadi penentu kemenangan 3-2 atas Liverpool yang merupakan musuh abadi MU, Ahad (19/9) lalu.

Tiga gol itu membuat Berbatov mengoleksi enam gol di Liga Premier. Pemain yang memulai karier profesionalnya di CSKA Sofia dan melanjutkan petualangannya di Bayer Leverkusen itu kini bertengger di puncak daftar top skorer bersama dengan winger Chelsea Florent Malouda.

Selain merangsang pemikirannya di lapangan dengan pola pikir di atas, Berbatov juga mengasah kemampuan fisiknya agar lebih teruji lagi. Latihan fisik digenjot ketika latihan reguler tidak ada, saat libur musim panas. Keputusannya pensiun dari Timnas Bulgaria termasuk salah satu upaya agar dirinya bisa lebih berkonsentrasi bermain bersama The Red Devils.

“Saya bekerja keras untuk mengasah kondisi fisik,” katanya. “Sangat keras. Saya tidak kelebihan berat badan, tetapi saya tetap berusaha berlatih keras.”

Selama Piala Dunia berlangsung di Afrika Selatan, Juni-Juli lalu, Berbatov melahap jarak nyaris 10 kilometer dengan berlari. Kegiatan itu dilakukan di sela-sela menyaksikan laga PD 2010 dan menjadi rutinitas selama dirinya menghabiskan waktu berlibur.

“Saya katakan ke publik Old Trafford bahwa saya tidak lelah. Saya justru sangat hidup. Saya selalu katakan ke diri sendiri beruntung bisa bermain di sini. Untuk orang-orang ini (fans). Untuk manajer, klub, dan bersama para pemain lainnya,” cetusnya.

Berbatov mengaku, tidak bisa menyaksikan video rekaman permainan dirinya, baik itu ketika bermain baik atau pun buruk. Ketika dia bermain buruk yang ada dalam benaknya yakni cepat pulang dan bermain bersama keluarga. Lalu setelah itu ingin cepat-cepat berlatih. “Saya ingin sekali berlatih. Sungguh aneh!” pungkasnya.(DIM)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar